21 Rumah Sakit Banten Turun Kelas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 22 Juli 2019 - 12:23:00 WIB   |  dibaca: 393 kali
21 Rumah Sakit Banten Turun Kelas

DIKAJI ULANG : Sejumlah warga hilir mudik di area depan gedung utama RS Umum Daerah Banten, Kota Serang, kemarin. Kementerian Kesehatan merekomendasikan RSU Banten turun kelas dari B ke C.

SERANG – Kementerian Kesehatan merekomendasikan agar 21 rumah sakit (RS) di Banten untuk turun kelas atau tipe. Kebijakan tersebut diberikan berdasarkan review layanan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berdampak pada penyesuaian tipe RS.

Informasi yang dihimpun, rekomendasi tersebut tertuang dalam surat nomor HK.04.01/I/2963/2019 yang ditujukan kepada gubernur, walikota, bupati tertanggal 15 Juli. Dalam surat tersebut diungkapkan, review kelas rumah sakit digelar berdasarkan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 dn Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dari regulasi itu dinyatakan ditemukan ketidaksesuaian kelas RS berdasarkan undang-undang. Pada kredensi dan rekredensial maka Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus melaporkannya kepada Menteri Kesehtaan untuk dilakukan review.  

Adapun 21 RS di Banten yang direkomendasikan turun tipe berlokasi di enam kabupaten/kota. Rinciannya, Kabupaten Lebak untuk RSUD Adjidarmo dari tipe B menjadi C. Kabupaten Tangerang, RS Selaras dari C ke D, RS Ibu dan Anak Tiara dari C ke C*, RS Mulia Insani dari C ke D, RS Ciputra dari B ke C, RSUD Pakuhaji dari D ke D* dan RS Siloam Hospital Lippo dari B ke C.

Selanjutnya di Kota Tangerang ada RS Sari Asih Karawaci dari B ke C, RS Mayapada dari B ke C, RS Sari Asih Sangiang dari C ke D, RS Aqidah dari C ke D dan RS Ibu dan Anak PKU Muhammadiyah Cipondoh dari C ke C*. Kota Cilegon rekomendasi diberikan untuk RS Krakatau Medika dari tipe B ke C.

Kemudian di RS Umum Daerah Dradjat Prawiranegara dari B ke C, RS Umum Daerah Banten dari B ke C, RS Umum Ibunda dari D ke D*, dan RS Sari Asih Serang dari B ke C. terakhir di Kota Tangerang Selatan ada RS Rumah Indonesia Sehat dari C ke D, RS Ibu dan Anak Vitalaya dari C ke C*, RS Insan Permata dari C ke D dan RS Umum Daerah Tangerang Selatan dari C ke D.

 Seperti diketahui, RS tipe B merupakan fasilitas kesehtaan yang dapat menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten/kota. Tipe C dapat yang menampung rujukan dari faskes tingkat satu seperti puskesmas, poliklinik atau dokter pribadi.

Sedangkan tipe D dapat memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi. Namun sama halnya dengan rumah sakit tipe C, rumah sakit tipe D juga menampung pelayanan yang berasal dari puskesmas.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membenarkan adanya rekomendasi penurunan tipe RS di Banten termasuk RS Umum Daerah Banten. Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara detail alasan dikeluarkannya kebijakan tersebut.

“Kenapa pelayanan rumah sakit bisa turun seperti itu, ini masih tahap evaluasi kita. Walaupun memang kok bisa diturunkan, itu kan memang seharusnya dengan fasilitas yang ada harusnya tetap di B,” ujarnya kepada awak media, di Hotel Marbella, Anyer, Kabupaten Serang, kemarin.

Mantan anggota Komisi III DPR RI ini menuturkan, rekomendasi penurunan tipe dari Kemenkes belum bersifat final. Setelah melakukan kajian rekomendasi, pemprov akan memberi rekomendasi ulang agar RS di Banten yang memang layak tetap di kelasnya tak turun tipe.

“Saya nanti minta kepala Dinas (Kesehatan), untuk nanti mengecek kondisi pelayanan yang ada di seluruh rumah sakit umun yang ada di Banten, yang mana diklasifikasikan kelasnya diturunkan, untuk dilihat apa permasalahannya. Supaya nanti kita lihat istilah kalau dari media hak jawab dari pemprov ke Kementerian Kesehatan,” katanya.

Menurutnya, jika Banten tak memiliki RS tipe B maka akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan terutama pasien rujukan dari kabupaten/kota. “Jadi sekarang kita sedang kaji, jadi nanti kita usulkan tetap di B. Nanti kita yang kelabakan, orang rujukannya susah,” ungkapnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten Drajat Ahmad Putra menuturkan, pihaknya saat ini sedang melakukan penilaian sendiri atau self assessment terhadap rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Sebab, jika sampai turun tipe akan berdampak pada banyak hal termasuk pelayanan.

“(Dampaknya) perubahan SOTK (susunan organisasi dan tata kerja), revisi RPJMD karena tidak bisa jadi RS tipe B pendidikan dan rujukan regional dan penurunan tarif. Kemudian ada perubahan mekanisme rujukan, izin operasional, ada jenis pelayanan yang tidak dapat dilaksanakan di kelas C. Lalu tujukan ke RS kelas B menjadi harus ke Tangerang,” tuturnya.

Dia menegaskan, RS Umum Daerah Banten dan RS lainnya akan memberikan klarifikasi terkait rekomendasi Kemnterian Kesehatan.  “Oleh Kementerian Kesehatan diberi waktu 28 hari setelah surat diterima. Besok (hari ini-red) ada rapat dengan PERSI Banten untuk membahas hal ini bersama RS lain (yang direkomendasi turun tipe) di Siloam Karawaci jam 09.00,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah meminta, agar rekomendasi tersebut bisa menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penurunan tipe itu merupakan dari sistem pengelolaan yang kurang optimal dan harus dicarikan solusinya.  

“Jujur dari sisi anggaran dan lain kita enggak kurang-kurang banget. APBD kita yang menyentuh Rp12 triliun ini kan harusnya tidak terjadi. Berarti ada sesuatu hal yang salah dalam menajemen pengelolaannya sehingga yang berwenang menurunkan gradenya,” katanya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook