Musim Kemarau Tetap Waspada DBD

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 11:09:55 WIB   |  dibaca: 211 kali
Musim Kemarau Tetap Waspada DBD

PENCEGAHAN: Pegawai Dinkes Lebak sedang melakukan fogging di Kaduagung, Kecamatan Cibadak, belum lama ini.

RANGKASBITUNG- Kasus demam berdarah dengue (DBD) ternyata tidak hanya terjadi saat musim hujan. Pada musim kemarau pun masyarakat harus tetap waspada. Buktinya yang terjadi saat ini, sudah ada 184 warga Lebak yang positif terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegyfti ini. Untuk itu agar kasusnya mampu ditekan, Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui seluruh puskesmas telah mengingatkan masyarak untuk tetap waspada terhadap DBD selama musim kemarau ini.

Kepala Dinkes Lebak HM Sukirman membenarkan bahwa musim kemarau saat ini tidak menjamin bila kasus DBD tidak akan muncul. Oleh karena khawatir nyamuk aedes aegyfti berkembang di sembarang tempat, maka masyarakat diminta untuk mewaspadainya."Kasus DBD yang mengalami peningkatan pada musim kemarau, baru kali ini terjadi. Biasanya kasus DBD terjadi saat musim hujan. Tetapi berbeda dengan seakarang ini, musim kemarau malah kasus DBD bermunculan," ujar Sukirman, kemarin.

Menurutnya, sejak Januari hingga Juli ini, rata-rata penderita DBD mampu diselamatkan tim medis. Berbeda dengan dua warga yang meninggal, disebabkan pihak keluarganya terlambat membawanya ke petugas medis. "Kami berharap seluruh masyarakat mau merealisasikan imbauan kami, sehingga musim kemarau ini tetap mewaspadai ancaman DBD," harapnya.

Sekretaris Dinkes Lebak Triatno Supiono mengatakan, kasus DBD pada musim kemarau memang baru kali ini terjadi. Namun agar angkanya tidak meningkat, maka masyarakat harus melakukan 3M-plus (menguras, mengubur, membersihkan tempat yang digenangi air, serta menyediakan obat anti nyamuk). "Waspada dan pencegahan itu sangat penting, sebab bila kita sudah terkena DBD, dampaknya bisa berbahaya," katanya. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook