Calhaj Diminta Waspada Penyakit Batuk Berjamaah

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 11:30:31 WIB   |  dibaca: 268 kali
Calhaj Diminta Waspada Penyakit Batuk Berjamaah

BERI KETERANGAN : Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Pandeglang Wawan Sofwan mengimbau para calhaj untuk mewaspadai penyakit batuk pada saat berada di Mekah, Senin (22/7).

PANDEGLANG - Calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Pandeglang diingatkan untuk tetap menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung selama berada di Mekah. Imbauan ini diterapkan untuk menghindari penyakit saluran pernapasan.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Pandeglang Wawan Sofwan menyatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan bagi seluruh calhaj untuk menggunakan masker ketika melaksanakan ibadah haji. Sebab, penyakit yang rentan menyerang para calhaj adalah penyakit batuk. "Sementara ini hasil pengalaman saya penyakit yang terjadi untuk jemaah haji batuk berjamaah, kalau batuk satu batuk semuanya, karena debu atau sebagainya. Jadi kita wajib menggunakan masker," kata Wawan kepada Banten Raya, Senin (22/7).

Wawan memastikan, calhaj yang akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah sudah melakukan tes pemeriksaan kesehatan di beberapa puskesmas di Pandeglang. Pemeriksaan kesehatan guna mengantisipasi tidak terjangkit penyakit.

"Mereka sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, artinya semua jemaah haji sehat. Dari Dinkes juga sudah mempersiapkan segalanya dengan memberikan buku panduan kesehatan bagi jemaah haji, bahkan mereka diperbolehkan membawa obat-obatan sesuai dengan penyakit yang ada di dirinya," terangnya. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan para calhaj dalam kondisi sehat saat melakukan ibadah haji. Dia berharap semua calhaj diberikan kesehatan.

"Cek kesehatan sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. Semoga semuanya sehat dan tidak ada yang sakit. Karena kalau ada jemaah haji tidak sehat ditunda keberangkatannya," ujarnya. Wawan menjelaskan, pada 24 Juli 2019 mendatang Kemenag akan memberangkatkan sebanyak 385 calhaj dengan kloter 40. Sementara para calhaj akan didampingi petugas sebanyak 8 orang. Rencananya, para calhaj akan dilepas oleh Bupati Irna Narulita di Pendopo Pandeglang.

"Diberangkatkannya dikisaran jam 7 pagi oleh ibu bupati dan dikawal sampai ke Pondok Gede Jakarta," jelasnya. Dia menyebutkan, untuk calhaj lainnya akan diberangkatkan pada kloter kedua. Dari total 1.041 jemaah haji sekitar 25 persen kondisi mereka lansia. "Kloter selanjutnya tanggal 25 Juli dengan jumlah yang sama, diberangkatkannya juga masih dari Pendopo.

Jemaah yang lansia semua kondisinya sehat," imbuhnya. Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengimbau, para calhaj untuk memperhatikan dan menjaga kesehatan ketika berada di Mekah. Hal itu dilakukan agar semua jemaah haji terhindar dari segala macam penyakit. "Ibadah haji itu ibadah fisik, kita harus diimbangi dengan daya tahan tubuh yang sehat. Semua calon jemaah haji harus menjaga pola makanan, kesehatan, dan menyiapkan obat-obatan ketika berada di Mekah," imbaunya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook