Manajemen Barang Persediaan Terpusat di SIAP

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 11:52:59 WIB   |  dibaca: 46 kali
Manajemen Barang Persediaan Terpusat di SIAP

PEMBENAHAN: Suasana kegiatan rekonsilisasi barang persediaan semester I tahun anggaran 2019 di aula kantor BPKAD, KP3B, Kota Serang, Senin (22/7).

Pemprov Banten mulai menerapkan manajeman barang persediaan berbasis aplikasi melalui sistem informasi aplikasi persediaan (SIAP). Melalui sistem tersebut pergerakan barang persediaan akan terpantau dan mudah untuk dikontrol.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Dwi Sahara mengatakan, penerapan SIAP merupakan upaya meningkatkan kualitas tatakelola barang milik daerah (BMD) termasuk barang persediaan. Pemprov Banten ingin memerbaiki kelemahan-kelemahan terhadap pengelolaan barang persediaan.

“Penerapan SIAP juga sebagai tindak lanjut atas temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI atas LHP LKPD (laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah) tahun anggaran 2018. Tepatnya nomor 17b/LHP/XVIII.SRG/05/2019 tertanggal 17 Mei 2019 atas sistem pengendalian intern,” ujarnya saat kegiatan rekonsilisasi barang persediaan semester I tahun anggaran 2019 di aula kantor BPKAD, KP3B, Kota Serang, Senin (22/7).

Ia menuturkan, terdapat beberapa poin temuan BPK dalam belanja persiapan dan kini menjadi fokus pembenahan melalui SIAP. Pertama, pengurus barang atau pengurus barang pembantu atau pembantu pengurus barang tidak tertib dalam pelaporan barang persediaan. Kedua, pencatatan mutasi persediaan pada kartu stok tidak mutakhir.

Ketiga, belanja barang dan beban persediaan dalam laporan keuangan tidak memberikan informasi yang handal. Keempat, OPD tidak tepat waktu dalam memberikan laporan barang persediaan per triwulan. Lalu, pengurus barang atau pengurus barang pembantu atau pembantu pengurus barang kurang memahami dalam kelompok jenis barang persediaan.

“Terakhir, masih terdapat barang usang atau rusak yang belum dimusnahkan di OPD. Untuk saldo awal barang persediaan tahun anggaran 2019 Pemprov Banten senilai Rp 147,6 miliar, pagu anggaran 2019 senilai Rp 136,3 miliar. Sementara realisasi anggaran hingga 30 Juni senilai Rp 44,95 miliar,” katanya.

Terhadap permasalahan persediaan barang tersebut, kata dia, Pemprov Banten berupaya agar pengelolaan persediaan barang menjadi baik dan tertib. Melalui aplikasi SIAP pergerakan barang persediaan akan mudah terpantau dan terkontrol. Hal yang sama dilakukan dalam manajemen BMD melalui aplikasi teknologi informasi siklus barang milik daerah (Atisisbada).

“Dalam pelaksanaannya kami akan melakukan entry database ke dalam program SIAP. Kedua, pembenahan database barang persediaan secara simultan dan bertahap. Ketiga, melakukan dan pendampingan pelatihan menerus kepada pengurus barang agar disiplin pelaporan dan barang persediaan. Kemudian juga melakukan penyempurnaan atau pengembangan aplikasi persediaan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan, pada prinsipnya mekanisme SIAP sama dengan Atisisbada sehingga diharapkan penerapannya bisa berjalan dengan lancar.

OPD berkewajiban menjaga, memelihara dan mencatat persediaan barang agar diperoleh hasil terbaik dan bisa mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.“Mudah-mudahan dengan SIAP berjalan dengan baik. Proses-proses penginputan dan penatausahaan barang persediaan dari posisi penerimaan dan pengeluaran bisa sinkron,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook