Dishub Segera Tertibkan Parkir di Diponegoro

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 11:55:57 WIB   |  dibaca: 51 kali
Dishub Segera Tertibkan Parkir di Diponegoro

SEMBARANGAN: Sejumlah kendaraan terparkir di bahu Jalan Diponegoro Kota Serang, Senin (22/7) siang. Dishub Kota Serang berencana menertibkan area parkir tersebut.

SERANG- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang berencana melakukan penertiban parkir di Jalan Diponegoro Kota Serang lantaran kerap menimbulkan kemacetan.Kepala Dishub Kota Serang Maman Luthfi mengatakan, adanya sekolah dan beberapa gedung perkantoran di sekitar jalan tersebut membuat parkir paralel tak beraturan. Sehingga kemacetan pun tak dapat dihindari.

"Di sana kan ada sekolahan, para pengantarnya juga parkir di sana, sehingga Jalan Diponegoro menjadi macet setiap hari. Karena status jalan itu masuk dalam kewenangan Kota Serang, maka Dishub Kota Serang akan menertibkan penataan parkirnya," kata Maman kepada Banten Raya, ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/7) siang sekitar pukul 12.30.

Ia menjelaskan, status Jalan Diponegoro merupakan milik Kota Serang, termasuk pengelolaan yang ada di jalan tersebut adalah tanggung jawab Kota Serang, khususnya dishub."Status di jalan itu juga masuk dalam retribusi parkir Kota Serang. Jadi pengelolaannya pun kami. Kalau ada parkir, secara otomatis harus ada penataannya agar tidak ada permasalah dan mengganggu pengguna jalan lainnya," jelas dia.

Maman menyebutkan, sesuai dengan undang-undang nomor 23 tentang pajak dan retribusi, kemudian peraturan pemerintah (PP) nomor 22 tahun 2006 berkaitan juga dengan retribusi. Ada juga peraturan daerah (perda) yang mengatur retribusi."Karena berkaitan dengan retribusi parkir, perlu ada pengaturan penataan retribusi parkir yang ada di Kota Serang," ucapnya.

Ia mengungkapkan, dalam pengaturan itu menggunakan sistem keorganisasian, penatausahaan, dan pengelolaan, termasuk dengan setorannya. Bahkan selama menjabat Kadishub, dirinya juga telah melakukan evaluasi terkait retribusi dan pendapatan asli daerah (PAD) yang sebagian besar ditargetkan dari parkir.

"Per Januari kemarin baru sekitar 12 sampai 13 persen yang masuk dari total target pendapatan sebesar Rp 1 miliar. Berarti ada hal yang perlu kami atur dan evaluasi. Selama enam bulan baru segitu. Karena target dari Rp 1 miliar itu sebagian besar dari retribusi parkir," ungkap Maman.

Maman mengaku pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan walikota. "Ini juga sudah ditandatangan oleh walikota sebagai bahan untuk meningkatkan PAD dari retribusi parkir," akunya.Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Kota Serang Ahmad Yani mengatakan, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan sebesar Rp 1 miliar per tahun. Namun dishub hanya mampu mendapatkan Rp 300 juta per tahunnya.
 
"Iya, dalam satu tahun itu targetnya memang sekitar Rp 1 miliar. Tapi tahun lalu kami hanya mendapat retribusi parkir sebesar Rp 300 juta. Sedangkan untuk target PAD retribusi parkir itu sangat jauh. Setengahnya aja kan tidak," ujar Yani.

Ia mengaku pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pengaturan secara tegas terhadap retribusi parkir di Kota Serang. Terutama di jalan-jalan yang menjadi kewenangan pihaknya. Seperti jalan otonom di Jalan Maulana Hassanudin, Jalan Tirtayasa dan di area Pasar Induk Rau (PIR). (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook