20 SKh Ikut Bimtek Mulok Silat

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:08:52 WIB   |  dibaca: 337 kali
20 SKh Ikut Bimtek Mulok Silat

MULOK: Suasana pembukaan Bimtek Kurikulum Muatan Lokal Pencak Silat yang dilaksanakan di Aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, kemarin.

SERANG - Sebanyak 20 sekolah khusus (SKh) se-Banten mengikuti Bimtek Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Seni Pencak Silat Bagi Pendidikan Khusus, di Auditorium kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Senin (22/7).

Menurut Nunung Nurhasah, Kasie Kurikulum Pendidikan Khusus pada Dindikbud Banten, bimtek ini merupakan tindak lanjut atau impelmentasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2018, tentang Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Pencak Silat Bagi Pendidikan Khusus se-Provinsi Banten.

Ia menjelaskan, dalam amanat Pergub tersebut terungkap bahwa kegiatan belajar mengajar kurikulum muatan lokal Pencak Silat ini digunakan pada jenjang pendidikan SDLB kelas IV, V dan VI, pada jenjang pendidikan SMP LB dan SMA LB yang diintegrasikan dalam mata pelajaran seni budaya dan prakarya. "Buku acuan yang digunakan adalah buku yang sudah disiapkan dari Dindikbud Banten," kata Nunung kepada Banten Raya.

Ia berharap, bimtek ini bisa bermanfaat bagi para peserta, dan bisa mengaplikasikan kurikulum muatan lokal ini di sekolahnya masing-masing. "Jumlah peserta sebanyak 20 SKh, dan kegiatan dilaksanakan selama empat hari di aula kantor Dindikbud Banten," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Arkani, Kepala Bidang Pendidikan Khusus pada Dindikbud Banten mengatakan, bimtek ini untuk mencari cara terbaik untuk menyampaikan kurikulum muatan lokal Pencak Silat bagi peserta didik anak berkebutuhan khusus.

Ia menjelaskan, kurikulum merupakan seperangkat atau cara untuk mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar, agar lebih efisien dan efektif. Katanya, Pencak Silat di Banten sudah menjadi sorotan dunia internasional, hal tersebut dibuktikan dengan adanya pagelaran Pencak Silat dan debus yang akan disaksikan oleh pasukan dari negara asing dan  Kopasus.

"Debus menjadi daya tarik bagi dunia. Dengan adanya bimtek ini diharapkan peserta didik anak berkebutuhan khusus, bisa memberikan sesuatu yang membanggakan kepada dunia ditengah keterbatasan anak berkebutuhan khusus," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arkani berpesan kepada peserta untuk kerap kali melakukan diskusi di ruang kelas. Karena jika tidak ada diskusi, maka peserta didik akan berdiskusi dengan gadgetnya. Ia juga mengatakan, layanan pendidikan harus terus dibangun di semua lini, terutama fasilitas dasar pendidikan."Guru harus mampu menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan menularkan kecintaan untuk belajar bahasa asing kepada peserta didiknya," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajat sudah berbasis asesment, dimana membangun kebiasaan yang postif dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik. "Guru pun harus selektif dalam memilih bahan bacaan bagi peserta didiknya," imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook