Gagal Lelang, Pengadaan Mobil Damkar Tertunda

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:12:03 WIB   |  dibaca: 247 kali
Gagal Lelang, Pengadaan Mobil Damkar Tertunda

Seorang Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang mengabadikan diri disamping mobil Damkar saat akan berangkat bertugas, Senin (22/7).

KAB. TANGERANG - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang gagal memiliki armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) baru. Pasalnya, pengadaan mobil damkar sebesar Rp 9,1 miliaryang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 gagal lelang. Rencanya, lelang pengadaan mobil Damkar itu akan dilakukan pada APBD Perubahan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Agus Suryana membenarkan, anggaran pengadaan mobil damkar Rp 9,1 miliar gagal terserap karena gagal lelang. Menurut Agus, lelang pengadaan mobil Damkar akan dilakukan pada APBD Perubahan. “Iya memang ada pengadaan kendaraan berupa mobil Damkar di trwiulan kedua yang tidak terserap, karena di e-katalog lelang tidak muncul, yang ada hanya kendaraan motor roda dua. Akhirnya untuk mobil digeser ke APBDP 2019 untuk direalisasikan Oktober nanti,” kata Agus kepada wartawan di Kantor BPBD Kabupaten Tangerang, Senin (22/7).

Agus menjelaskan, jumlah anggaran Rp 9,1 miliar itu dialokasikan untuk membeli tujuh unit mobil pemadam kebakaran dengan masing-masing harga Rp1,3 miliar per unit dengan kapasitas 3.500 liter dan 10 unit motor pemadam kebakaran.  “Mobilnya memang mahal-mahal, dan cuma anggaran itu yang digeser ke perubahan.

Pengadaan kami kan mengikuti sesuai e-katalog lelang yang ada. Kalau di e-katalog enggak ada, ya kami tidak bisa belanja. Tetapi untuk pengadaan motor itu sudah terserap, kami belanja skeitar 10 unit dengan harga Rp56 juta per unitnya, berarti totalnya Rp560 juta yang sudah terserap. Berarti sisanya tinggal Rp8,5 miliaran yang belum terserap,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Agus, pihaknya sudah melaporkan dan mengajukan pergeseran anggaran  pengadaan mobil damkar kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupatenn Tangerang untuk memasukan anggaran pengadaan mobil Damkar agar masuk ke APBDP 2019.

“Saya sudah mengajukan permohonan ke Bupati dan Dewan untuk digeser ke perubahan. Berikut dengan alasannya kenapa anggaran tersebut tidak terserap. Jadi sementara kita akan lihat sampai Agustus nanti semoga sudah muncul di e-katalog,” ujarnya.

Agus menambahkan, BPBD Kabupaten Tangerang memiliki sebanyak 17 unit mobil Damkar. Namun Usianya sudah tua. Dengan pengadaan mobil Damkar baru diharapkan bisa mempercepat mobilitasi saat terjadi kebakaran “Awalnya ada 28 unit, tetapi 11 unit sudha dihapuskan karena sudah tidak layak pakai, karena ada mobil yang dari 1983. Sekarang juga ada dua unit dari tahun 1999 terpaksa tetap dipakai sambil menunggu pengadaan baru,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Barhum mengatakan, anggaran Rp1,3 miliar untuk satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.500 liter air itu dianggap wajar lantaran tidak ada dalam e-katalog. “Karena belanja pengadaan mobil pemadam kebakaran kan harus sesuai dnegan e-katalog yang ada. Kalau tidak sesuai, tidak bisa dipaksakan, khawatir malah akan menajdi temuan karena barang yang dibeli tidak sesuai dengan spesifikasi awal yang diajukan,” katanya.

Barhum berharap, dalam APBD Perubahan nanti belanja tersebut bisa terserap dan terealisasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat. Menurutnya, saat ini ketersedian mobil Damkar masih jauh api dari panggang. “Kabupaten Tangerang kan ada 29 kecamatan, idealnya setiap kecamatan atau disebutnya pos minimal ada dua unit. Tetapi sekarang kan jumlahnya di bawah 20 unit. Masih jauh panggang dari pada api untuk memenuhi pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook