Bupati Soroti Molornya Relokasi Sekolah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:18:01 WIB   |  dibaca: 306 kali
Bupati Soroti Molornya Relokasi Sekolah

MELAKUKAN PEREGANGAN : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa memimpin olahraga ringan sebelum rapat evaluasi dimulai, Senin (22/7).

SERANG – Bupati Serang Rt Tatu Chasanah dan Wakilnya Pandji Tirtayasa mengevaluasi kinerja para organisasi perangkat daerah (OPD) dan kinerja para camat pada triwulan kedua. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui realisasi program kerja dan tingkat serapan anggaran yang ada di masing-masing OPD. Pada rapat evaluasi itu juga bupati menyoroti relokasi bangunan SD yang terdampak tol Serang-Panimbang.

Tatu mengatakan, rapat evaluasi merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap bulan untuk mengetahui kinerja dari masing-masing OPD. “Pertama untuk mengevaluasi serapan anggaran, terus untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang menjadi hambatan dalam merealisasikan programnya. Tadi (kemarin-red) ada beberapa ada OPD yang masih rendah serapannya,” kata Tatu, di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Senin (22/7).

Namun setelah mendengarkan penjelasan dari masing-masing kepala OPD, Tatu menilai jika secara keseluruhan baik serapan anggaran maupun realisasi program kerja bisa disebut aman. “Kebanyakan mereka (OPD-red) anggaran belanja modalnya itu belum terserap karena masih ada yang dalam proses lelang, kemudian pelaksanaan kegiatan di lapangan tentunya memakan waktu. Jadi secara keseluruhan aman,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti relokasi empat sekolah dasar (SD) yang ada di Kecamatan Cikeusal dan Kecamatan Kragilan yang terdampak pembangunan Tol Serpan. “Penekanan saya agak keras lagi ke pihak kontraktor tol Serang-Panimbang karena sudah sejak awal minta empat SD yang terdampak untuk direlokasi. Masa iya pekerjaan tol sebesar itu hanya untuk empat sekolah dasar tidak bisa membangun,” tuturnya.

Tatu menegaskan, jika tidak ada tindak lanjut dari permintaannya tersebut pihaknya tidak akan segan-segan untuk melaporkan masalah tersebut kepada aparat penegak hukum (APH) karena telah mengganggu keamanan siswa. “Hari ini (kemarin-red) ada para antara dinas pendidikan dan pihak kontraktor. Saya minta secepatnya untuk direlokasi karena sampai saat ini pihak tol belum menyebutkan kapan akan dibangun,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook