Proyek Geothermal di Padarincang Dihentikan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:19:33 WIB   |  dibaca: 362 kali
Proyek Geothermal di Padarincang Dihentikan

DIPORTAL : Sejumlah baliho penolakan dan portal jalan dari kelompok masyarakat di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang terpasang di depan akses pembangunan proyek geothermal, Senin (22/7).

PADARINCANG - Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau lebih dikenal dengan geothermal di Gunung Prakasak, Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang dihentikan. Diduga, terhentinya proyek karena habisnya masa tenggat waktu surat izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang dijadikan lokasi proyek dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Pantauan Radar Banten, Senin (22/7) siang di Kampung Binong terpampang spanduk-spanduk penolakan pembangunan proyek geothermal berukuran besar di depan akses masuk proyek. Jalan menuju lokasi proyek juga diportal menggunakan kayu dan bambu.

Muhamad Jembar, warga Kampung Binong mengaku, sudah satu tahun proyek geothermal terhenti. Katanya, sebagian warga Kecamatan Padarincang menolak beroperasinya proyek. Padahal, menurut Jembar, proyek geothermal bermanfaat bagi warga karena membuka lowongan pekerjaan. Namun, ia tidak menampik ada dampak negatif dari proyek, salah satunya kerusakan lingkungan. "Pasti ada aja dampak negatifnya. Tapi, kan bisa disiasati dengan menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) 0213 Kecamatan Padarincang Kapten CHB Engkos Kosasih mengaku, proyek geothermal terhenti dampak dari penolakan sejumlah kelompok warga yang melakukan aksi unjuk rasa. Dibuktikan dengan pemasangan spanduk penolakan di depan akses jalan proyek. “Tapi cuma sedikit warga yang menolak dari Desa Batukuwung,” katanya.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Batukuwung Nursyamsi yang diterima Engkos bahwa masa tenggat surat IPPKH dari Kementerian LHK RI untuk proyek sudah habis. Katanya, IPPKH akan diserahkan kepada pihak pelaksana proyek geothermal antara Juli dan Agustus tahun ini. “Kayaknya warga yang menolak proyek juga sudah tahu. Makanya mereka pasang spanduk lebih banyak,” terangnya.

Terkait itu, Kades Batukuwung Nursyamsi membenarkan keterangan yang disampaikan Danramil. Ia juga mengaku sempat melakukan komunikasi dengan pihak geothermal. Namun, ia tak bisa memastikan masa tenggat waktu surat IPPKH. “Sekarang mereka sedang mengurus izin lagi,” ujarnya.

Senada disampaikan Camat Padarincang Gunawan bahwa terhentinya proyek geothermal karena ada penolakan dari kelompok warga yang mengatasnamakan Syarikat Perjuangan Rakyat Padarincang (SAPAR) yang digerakkan oleh mahasiswa, bergabung dengan Forum Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPPBAS).

Lantaran itu, ia menyarankan, perusahaan harus fokus melakukan sosialisasi kepada warga yang masih menolak pembangunan proyek geothermal setelah terbit surat perizinan baru. “Semoga pembangunan (proyek geothermal-red) lancar. Jangan ada warga yang tidak setuju dengan kegiatan proyek,” harapnya. (rbnn)
 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook