MK Tolak Gugatan 7 parpol

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:28:08 WIB   |  dibaca: 280 kali
MK Tolak Gugatan 7 parpol

MAYORITAS TAK DILANJUTKAN : Sidang pembacaan putusan dismissal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2019, di gedung MK, Senin (22/7).

SERANG – Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan sela dengan tak melanjutkan perkara perselisihan hasil pemilu umum (PHPU) legislatif 2019 dari tujuh parpol di Banten, Senin (22/7). MK hanya meneruskan gugatan dari Partai NasDem untuk DPR RI daerah pemilihan (dapil) Banten 3 dan DPRD Kota Tangerang Selatan Dapil 5.   

Seperti diketahui, dalam pengajuan gugatan MK terdapat sembilan permohonan yang diregister oleh MK. Rinciannya, PKB di Kota Tangerang Dapil 6 untuk jenis Pemilihan DPRD provinsi, Hanura di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang untuk jenis pemilihan DPRD kabupaten/kota. Demokrat di Pandeglang untuk pemilihan tingkat DPR RI. Lalu gugatan atas nama perseorangan yaitu Sanudin di Cilegon untuk pemilihan tingkat DPRD kabupaten/kota.

Selanjutnya, PDIP di Tangerang Selatan untuk pemilihan tingkat DPRD kabupaten/kota Dapil 1, PAN di Kabupaten Serang untuk jenis pemilihan DPRD kabupaten/kota, Golkar di Kabupaten Tangerang untuk jenis pemilihan DPRD kabupaten/kota. Nasdem untuk DPR RI di Dapil Banten 1 dan 3 serta DPRD Kota Tangerang Selatan Dapil 5. Terakhir ada Berkarya di Pandeglang untuk jenis pemilihan DPRD kabupaten/kota Dapil 5.

Dalam perjalanannya, gugatan dari PAN tak dapat dilanjutkan karena mencabut laporannya. Kemudian ada Golkar yang gugur laporannya karena pemohon tak hadir dalam sidang pendahuluan. Dengan demikian hanya tujuh gugatan dari enam parpol yang dilanjut hingga akhirnya keluar putusan sela. Gugatan atas nama perseorangan dimasukan ke Demokrat karena masih bagian dari partai berlambang mercy tersebut.

Komisioner KPU Provinsi Banten Nurkhayat Santosa mengatakan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan, MK telah mengeluarkan putusan sela PHPU Legislatif 2019 termasuk permohonan dari Banten. Hasilnya, gugatan dari seluruh parpol ditolak kecuali NasDem. NasDem pun dari tiga perkara yang dimohon hanya dua yang dilanjutkan MK.  

“Sidang putusan MK hari ini (kemarin-red) merontokkan semua gugatan perkara PHPU di wilayah Banten. Hanya menyisakan perkara nomor 192-05-16/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 Partai NasDem di (DPR RI) Dapil Banten 3 dan (DPRD) Tangerang Selatan Dapil 5. (Putusan diungkap dalam) agenda sidang pembacaan putusan sela atau dissmisal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penolakan gugatan yang dilakukan MK disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya, gugatan yang disampaikan terdapat legal standingnya tidak terpenuhi hingga posita atau rumusan dalil tidak bersesuaian dengan petitum. “Intinya sudah tidak dilanjutkan lagi sidangnya.

Jadi ada delapan parpol yang mengajukan gugatan, dua gugur sebelum putusan sela dan lima ditolak di putusan sela. Jadi ada tujuh parpol yang gugatannya tak lanjut meski dua parpol sudah selesai di awal. Sebab, produk hukum penetapannya harus berupa putusan,” katanya.

Setelah putusan sela, kata dia, parpol yang perkaranya dilanjut akan mengikuti sidang pembuktian yang akan digelar hari ini. Sidang akan berlangsung hingga 30 Juli. Sedangkan untuk pembacaan putusan akhir akan dibacakan pada 6 hingga 9 Agustus.“Besok (hari ini-red) sidang lagi dengan agenda pembuktian. Nanti setelah turunnya putusan MK ada surat dari KPU RI terkait penetapan calon terpilih,” ungkapnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten Didih M Sudi membenarkan, MK hanya melanjutkan gugatan dari NasDem untuk DPR RI Dapil Banten 3 dan DPRD Tangerang Selatan Dapil 5. Dalam sidang putusan sela, MK membagi menjadi tiga sesi. Panel 1 pukul 09.00 WIB, panel 2 10.30 WIB dan panel 3 pukul 13.00 WIB. Banten sendiri masuk panel dua.“Untuk selanjutnya, NasDem akan mengikuti sidang pembuktian pada hari ini pukul 14.00 WIB,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Banten Azwar Anas mengaku belum mengetahui putusan tersebut. Dengan demikian, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan terkait hal itu. “Saya cari tahu dulu informasinya,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook