RS Kompak Tolak Turun Kelas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:31:55 WIB   |  dibaca: 213 kali
RS Kompak Tolak Turun Kelas

SERANG – Sejumlah rumah sakit (RS) yang direkomendasikan turun tipe oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kompak menyatakan keberatannya, Senin (22/7). Mereka meyakini tipe yang telah dimilikinya sudah memenuhi standar kelas pelayanan dan dapat dibuktikan dengan data pendukung.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten Drajat Ahmad Putra mengatakan, pasca rekomendasi diterbitkan pihaknya bersama RS lainnya di Banten mengadakan pertemuan, kemarin. Dalam kesempatan itu, RS yang mendapat rekomendasi turun tipe satu suara menyatakan keberatan.

“Rata-rata keberatan, ada juga satu yang sepertinya masih pikir-pikir, tapi yang lain berkebaratan. Tadi (kemarin -reD) selain dihadiri oleh RS juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi dan kabupaten/kota difasilitasi oleh RS Siloam (Hospital Lippo Village),” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Ia menuturkan, keberatan yang disampaikan cukup berdasar karena pihaknya meyakini tipe rumah sakit yang kini disematkan sudah memenuhi syarat. Untuk RSUD Banten misalnya, dengan kedudukannya maka sudah seharusnya menjadi RS tipe B.“Karena memang kita posisi di provinsi, artinya pemiliknya (pemerintah) provinsi. Sudah selayaknya dan seharusnya tipe B minimal. Kalau tipe C kan kabupaten/kota sudah punya,” katanya.

Untuk meraih tipe B, kata dia, RSUD Banten sudah melewati sejumlah verifikasi yang dilakukan oleh tim dari Dinkes Provinsi Banten dan juga Kemenkes.“Kita tidak menyatakan diri sendiri, di survei, verifikasi dan disifitasi oleh tim dari Dinkes Banten yang juga timnya salah satunya dari Kemenkes. Termasuk (RS) Siloam direkomendasikan untuk turun, RS swasta yang sebegitu SDM-nya lengkap segalanya lengkap tapi (direkomendasi) turun (tipe),” ungkapnya.  

Sementara dalam review yang dilakukan Kemenkes sehingga ada rekomendasi turun tipe dilakukan atas dasar tindak lanjut kredensial antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan RS. Dia juga menduga saat review ada ketidakoptimalan dalam proses input data.  “Menurut BPJS ini perlu di-review, apa betul kelas B, sepertinya kelas C. Ini baru konfirmasi, masih ada waktu untuk klarifikasi. Tadi dijelaskan juga, penilaiannya berdasarkan apa saja. Dijelaskan kemudian dan nanti akan dilakukan verifikasi ulang,” tuturnya.

Lebih lanjut diungkapkan Drajat, sesuai surat rekomendasi Kemenkes, RS diberi waktu 28 hari sejak 15 Juli untuk melakukan klarifikasi. Untuk klarifikasi RS akan menginput kembali data sesuai format tersedia secara online terkait SDM dan sarana prasarana beserta data pendukungnya.

Secara umum, penilaian saat verifikasi ulang untuk tipe adalah mengukur terkait SDM dan sarana prasarana secara terpisah. Untuk meraih tipe B minimal nilai yang diperoleh setelah dijumlahkan antara SDM dan sarana prasarana adalah 75. Jika nilainya di bawah itu, maka terpaksana RS tipe B harus menjalankan rekomendasi Kemenkes.  “Kita akan lakukan self assessment, artinya kita coba isi kembali sesuai format yang harus diisi dari Kemenkes dan nanti ada penilaiannya,” ujarnya.

Surat keberatan atau klarifikasi secara tertulis akan disampaikan serentak berdasarkan tipe RS. “Nanti dikoordinir oleh Dinkes Banten untuk yang kelas B. Kalau yang kelas C dan D dikoordinir oleh kabupaten/kota. Nanti Dinkes yang berkirim surat ke Kemenkes, datang ke sana audiensi. (Menyampaikan) beberapa RS berkebaratan dan telah melakukan input ulang, datanya bisa dilihat secara online,” katanya.

Plt Direktur Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang Sri Nurhayati mengaku keberatan dengan rekomendasi Kemenkes RI yang menurunkan RSDP Serang dari tipe atau kelas B menjadi kelas C. Atas rekomendasi itu, pihak RSDP Serang sedang membuat surat keberatan yang akan disampaikan kepada Kemenkes RI. “Surat rekomendasinyanya sudah kita terima, memang rekomendasi Kemenkes seperti yang sudah diketahui teman-teman, bahwa beberapa rumah sakit di Banten ini direkomendasikan untuk turun kelas termasuk RSDP Serang dari kelas B menjadi kelas C,” kata Sri.

Sri menjelaskan, rekomendasi tersebut belum final karena RSDP Serang masih memiliki waktu 28 hari untuk menyatakan keberatan. “Terus terang saja RSDP Serang memang sangat keberatan karena kalau dari kriteria yang ada sebetulnya kita sudah kelas B. dan kelas B itu sudah kita bisa pertahankan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika dilihat dari beberapa indikator mulai dari indikator ketersediaan sumber daya manusia (SDM), dokter, dokter spesialis, dan dokter subspesialis, RSDP Serang sudah dimiliki semua dan sudah sesuai standar kelas B.

“Dari sarana prasarana kita sudah memenuhi syarat. Sekarang kita lagi menulis surat keberatan tersebut yang ditunjukan ke Dirjen Yaknes (Pelayanan Kesehatan) Kemenkes, Dinkes Provinsi, dan Dinkes Kabupaten Serang,” paparnya.

Ia menuturkan, rumah sakit kelas B direview oleh Dinkes Provinsi Banten yang hasilnya dilaporkan ke Kemenkes RI yang selanjutnya pihak Kemenkes melakukan verifikasi. “Kalau hasil verifikasi dinyatakan oke, maka rekomendasi (turun kelas-red) yang kemarin itu akan direview,” katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang itu menjelaskan, penurunan kelas dari B menjadi C sangat berdampak terhadap pelayanan karena kelas B merupakan tipe maksimal. “Kalau kelas C itu tidak boleh ada pelayanan subspesialis, sedangkan kami ada pelayanan itu seperti urulogi, cath lab,” ungkapnya.

Di samping tidak ada standar pelayanan subspesialis, juga tarif-tarif yang diklaim oleh BPJS berbeda dengan kelas B, sehingga lebih kecil paket-paket pelayanannya, kemudian jumlah pelayanannya menjadi sedikit, SDM lebih sedikit, dan tidak boleh ada sub-spesialis.

“Jadi sebetulnya ini proses, sebetulnya saat nginput data mungkin ada beberapa SDM yang belum dimasukan, padahal kita sudah diverifikasi oleh dinkes provinsi. Enggak ada hubungannya dengan utang BPJS. Sekarang lagi rapat di rumah sakit Siloam, karena Siloam juga turun kelas, padahal kalau dilihat kasat mata enggak mungkin,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenkes merekomedasikan agar 21 RS di Banten untuk turun kelas atau tipe. Kebijakan tersebut diberikan berdasarkan review layanan BPJS yang berdampak pada penyesuaian tipe RS. (dewa/tanjung)  

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook