5.000 Pegawai Pemkot Serang Belum Tercover BPJS

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 23 Juli 2019 - 12:33:34 WIB   |  dibaca: 238 kali
5.000 Pegawai Pemkot Serang Belum Tercover BPJS

PANTAU BPJS : Walikota Serang Syafrudin (kanan) menyapa warga yang antre di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jalan Kolonel Tubagus Suwandi, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (22/7).

SERANG – Sebanyak 5.000 tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang belum tercover sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan Serang. Demikian dikatakan Walikota Serang Syafrudin usai menghadiri rapat pembaharuan peraturan dan surat edaran Walikota Serang tentang jaminan sosial ketenagakerjaan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) wilayah Kota Serang di lantai dua kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Kota Serang, Senin (22/7) siang sekitar pukul 11.00.

Syafrudin menyebutkan, jumlah tenaga harian lepas (THL) di Pemerintah Kota Serang seluruhnya mencapai 6.300. Sebanyak 1.300 THL sudah tercatat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kemudian yang belum mendaftarkan di atas 5000-an THL. PNS sudah. THL aja. Saya belum menghitung persisnya ya kurang lebih 6.000-an THL,” kata Syafrudin, kepada Banten Raya.

Ia mengakui baru ada beberapa OPD yang sudah mengikutkan THL di BPJS Ketenagakerjaan antara lain Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kami berharap untuk semua OPD terutama yang ada THL terutama yang ada THL banyak seperti Dinkes, PUPR, Satpol PP, Perkim, dan Dishub ini masih banyak ini harus masuk di BPJS ketenagakerjaan,” serunya.

Pada pertemuan tersebut pun dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemkot Serang dengan BPJS Ketenagakerjaan soal THL dan karyawan di Kota Serang. Dihadiri Kepala Dishub Kota Serang Maman Luthfi, Kepala DPUPR Kota Serang M. Ridwan, Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal, Plt Kasatpol PP Kota Serang Tb. Yassin, dan Plt Kepala BPKAD Kota Serang Heri Hadi.

Ia pun berharap kepada perusahaan atau pelaku usaha baik besar, menengah, dan kecil mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Syafrudin, dengan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan setiap anggota akan mendapatkan empat keuntungan yaitu jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, dan jaminan kematian.
“Empat poin ini nampaknya lebih bermanfaat bagi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” ucap dia.

Karena itu, lanjut Syafrudin, pihaknya berharap BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang ada di Kota Serang. “Kami berharap selain THL, kami berharap dari semua pengusaha yang ada di Kota Serang harus masuk anggota PBJS Ketenagkerjaan,” katanya.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif menjelaskan, pihaknya bersama Pemkot Serang telah melakukan penandatanganan kerjasama anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Tadi bersama Pak Wali sudah menandatangani kerjsama, ada dua tanda tangan, pertama terkait THL dan yang kedua pemberi kerja di wilayah Serang. Mau bagaimanapun Pak Wali mempunyai kewajiban kepada THL dan warga Kota Serang untuk terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Muallif.

Ia menuturkan, rapat pembaharuan peraturan dan penandatanganan surat edaran Walikota Serang tentang jaminan sosial ketenagakerjaan bersama SKPD wilayah Kota Serang untuk memastikan kebijakan Pemkot Serang terhadap pegawai dan tenaga kerja di Kota Serang. “Ternyata kebijakannya sama walikota baru juga berkomitmen untuk mensejahterakan pegawai dan tenaga kerja di Kota Serang,” tutur dia.

Ia juga berharap pelaku usaha kecil dan mikro untuk dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena itu akan menjadi energi positif bagi BPJS Ketenagakerjaan. “Pak Walikota sudah menandatangani surat edaran untuk seluruh pekerja di Kota Serang supaya mendaftar menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya.  

Muallif menjelaskan, teknik iuran bisa dibayarkan per bulan, tiga bulan, enam bulan dan satu tahun. Ritnya itu 0,24 persen dikali upah per bulan untuk jaminan kecelakaan kerja. Sedang jaminan kematian 0,3 persen dikali upah perbulan.

Jika UMK tenaga kerja di Kota Serang itu Rp 3 juta misalkan pekerja membayarkan untuk jaminan kecelakaan dan jaminan kematinan itu Rp 16.200. “Dengan jaminan seperti yang kita berikan jadi kalau kecelakaan itu biayanya unlimited,” jelas Muallif.    

Ia menuturkan, kapasitas layanan sudah terbagi di kanal-kanal. Untuk pelayanan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang diberlakukan secara nasional. “Kita tidak punya kebijakan di masing-masing daerah.

Tapi di kanal berikutnya itu kami punya kebijakan. Seperti kanal Bank BTN, Bank BNI, BJB dan bank-bank yang ada hubungan dengan kita itu bisa  nerima tanpa antrian. Tapi yang khusus yang ada di kantor kami itu antrean itu diatur langsung oleh kantor pusat. Jadi secara umum itu supaya SLAnya bisa terpenuhi. Jadi semua bisa dilayani sesuai dengan standar yang ditetapkan,” katanya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook