Kekeringan, Petani Andalkan Pompanisasi

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 03 Agustus 2019 - 12:49:44 WIB   |  dibaca: 215 kali
Kekeringan, Petani Andalkan Pompanisasi

ALIRI SAWAH : Warga tengah mengaliri sawahnya agar tidak terancam kekeringan yang berakibat gagal panen.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Petani di Pandeglang Selatan selama musim kemarau tahun 2019 harus melakukan pompanisasi untuk mengairi sawah mereka agar tidak mengalami puso.Agus (48) salah seorang anggota kelompok tani Desa Sukatani, Kecamatan Saketi mengatakan selama musim kemarau pihaknya bersama para petani di desanya harus memompa air dari Sungai Cilemer untuk mengairi sawah mereka.

"Air yang kami ambil dari sungai cilemer pakai mesin pompa air bantuan dari Dinas Pertanian Pandeglang. Setelah air sungai disedot, terus dialirkan kembali pakai pipa langsung ke areal pesawahan kami," kata Agus, Jumat (2/8).

Selama tiga hari sekali, kata Agus, pihaknya harus menggunakan pompanisasi bersama para petani supaya tanaman padi mereka tidak mati. "Selama bulan Juni, Juli sampai Agustus kami masih pakai pompa air, karena kalau tidak pakai mesin itu kami kewalahan untuk mengambil air dari sungai," ujarnya.

Menurutnya, adanya bantuan pinjaman pompanisasi dari pemerintah cukup bermanfaat bagi para petani. "Kami sangat berterima kasih, karena kalau lagi kekeringan seperti sekarang ini gak ada pinjaman pompa air pastinya sawah kami susah dapat air. Contohnya, sekarang kami lagi mau percepatan tanam, jadi perlu pompa air," imbuhnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Uun Junandar menjelaskan, selama musim kemarau tahun ini para petani di beberapa kecamatan sudah memaksimalkan pinjaman pompa air dari pemerintah untuk mengambil air di setiap sungai, saluran irigasi, dan tendon yang menyisakan air.

"Kelompok tani yang pinjam pompa air tersebar di Kecamatan Saketi, Patia, Panimbang, Pagelaran, Cikeusik, Munjul, Sobang dan Cimanggu. 90 persen yang pinjam pompa air berada di daerah selatan, karena di wilayah selatan selama musim kemarau susah dapat air," jelasnya.

Uun menilai, adanya bantuan pompa air sangat membantu para petani dalam mendapatkan air selama musim kemarau. "Adanya pompa air sangat dibutuhkan petani. Pompa air ini untuk mengambil air dari sungai atau irigasi yang nantinya untuk mengairi lahan sawah petani dalam mempertahankan tanaman padi mereka agar tidak gagal panen karena saat ini sedang memasuki kekeringan," terangnya. Ia mengingatkan petani yang mengalami kekeringan untuk mengusulkan bantuan pompa air.

Sebab, mesin tersebut sebagai upaya mengantisipasi kekeringan. "Kepada petani yang berdampak kekeringan segera berkoordinasi untuk meminjam pompa air. Ketika kita cek kelapangan adanya sumber air akan diberikan bantuan pinjaman pompa. Kami berharap pompa yang diberikan bisa membantu petani dalam bercocok tanam," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi Januardi mengatakan, ada sekitar 8.044 hektare sawah yang mengalami kekeringan. Namun Budi mengklaim pihaknya telah melakukan antisipasi sawah yang kekeringan tersebut. "Kami telah melakukan antisipasi dengan mengirim pompa air dengan catatan di wilayah kekeringan itu ada sumber air yang bisa dimanfaatkan," paparnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook