Ratusan Napi Anak Ikuti Jampas

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 03 Agustus 2019 - 12:56:21 WIB   |  dibaca: 266 kali
Ratusan Napi Anak Ikuti Jampas

MERIAH : Puluhan narapidana anak dari 33 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) se- Indonesia menari kolosal saat pembukaan Jampas 2019 di lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan Wanita Kelas IIA Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (2/8).

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Sebanyak 122 Narapidana Anak mengikuti Jambore Pemasyaraktan Anak Sejahtera (Jampas) 2019 di lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan Wanita Kelas IIA Tangerang, Kelurahaan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (2/8). Kegiatan Jampas yang digelar selama dua hari itu dibuka langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusai (Menkumham), Yasonna H Laoly.

Hadir dalam pembukaan tersebut, Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami, Wakil Gebernur Banten, Andika Hazrumy, Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin.
Menkum HAM, Yasona H Laoly mengatakan, kegiatan Jampas yang mengusung tema ‘Membagun generasi muda yang berkarakter’ ini jadi sarana penguatan pendidikan karakter bagi narapidana anak atau anak yang berhadapan dengan masalah hukum.

"Pelaksanaan Jampas ini adalah bentuk pengejawantahan pelaksanaan program pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental," kata Yasonna kepada wartawan usai membukaa Jampas.

Menurut Yasonna, revolusi mental bukan hanya soal perubahan cara berpikir. Revolusi mental juga terkait dengan sikap dan perilaku berdasarkan pancasila. "Revolusi mental adalah perubahan cara pandang, cara pikir, sikap, perilaku, dan cara kerja bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai strategis instrumental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong berdasarkan Pancasila, yang bertujuan agar Indonesia menjadi negara yang maju, modern, makmur, sejahtera, dan bermartabat. Nilai tersebut harus ditumbuhkembangkan dalam setiap pribadi anak," ujar Yasonna.

Yasonna menambahkan, generasi muda jadi tonggak pembangunan Indonesia di masa mendatang. Karena itu, pemerintah harus membina anak-anak Indonesia menjadi generasi yang kuat, bersaing, dan bertanggung jawab.

"Sudah saatnya kita memberikan ruang dan kesempata anak yang berkonflik dengan hukum, khususnya anak yang sedang menjalani pembinaan, yang tersebar di 33 lembaga pembinaan khusus anak di seluruh Indonesia, untuk dapat mengekspresikan diri dalam kegiatan-kegiatan yang edukatif, kreatif, inovatif, dan interaktif di alam terbuka," tutupnya.

Sementara itu, Dirjen PAS, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, perlu optimalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan terkait perlakuan terhadap tahanan dan narapidana, termasuk perlakuan terhadap anak di LPKA.

Menurut Sri, optimalisasi itu dengan menekankan prinsip pemenuhan hak anak meliputi hak identitas, hak pendidikan, hak kesehatan, serta hak partisipasi dalam pembangunan guna menjamin keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

“Melalui Jampas, anak binaan LPKA diharapkan siap kembali ke masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Masyarakat dan pemerintah juga harus bersinergi dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak guna mendukung keberhasilan proses reintegrasi mereka,” singkat Sri kepada wartawan. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook