Menikmati Rindangnya Tanaman Mangrove

nurul roudhoh   |   Hiburan  |   Sabtu, 10 Agustus 2019 - 10:25:41 WIB   |  dibaca: 137 kali
Menikmati Rindangnya Tanaman Mangrove

Mangrove atau bakau adalah tanaman pemecah ombak yang biasa hidup di pinggir pantai. Kota Serang, yang hanya memiliki pantai di sepanjang Kecamatan Kasemen juga memiliki mangrove. Beberapa spot mangrove dimanfaatkan untuk wisata keluarga. Salah satunya yang dikembangkan adalah Taman Wisata Mangrove (Twim) Teluk Banten Karangantu.

Taman Wisata Mangrove (Twim) Teluk Banten, Karangantu berada di ujung Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Taman Wisata Mangrove ini dikembangkan oleh pengelola Karang Taruna Teratai, Kelurahan Banten.

Ketua Karang Taruna Teratai, Herman Daeng Parukka mengungkapkan, Taman Wisata Mangrove Teluk Banten dibangun pada April 2018. Lokasi taman sengaja dibuat di antara tanaman mangrove agar lebih dekat dengan alam. Pengelola membuat jembatan bambu sepanjang 200 meter dari dermaga pelabuhan sampai ke bibir pantai, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan mangrove di kanan-kiri mereka.“Ini mulai dibuka untuk umum Juni 2018,” kata Daeng memulai perbincangan, Jumat (9/8).

Karena pembangunan belum selesai, maka fasilitas yang disediakan masih belum lengkap. Kedepan pengelola sudah memiliki rencana besar mengembangkan wisata ini.
Saat ini fasilitas yang disediakan adalah gazebo, tempat selfie, ayunan, dan spot cinta. Ada juga toilet dan musala bagi yang ingin salat.

Wisata Murah

Daeng menyatakan bahwa wisata mangrove ini adalah wisata sangat murah. Biaya masuk hanya Rp5.000 per orang. Untuk anak-anak kecil tidak dipungut biaya alias gratis. Selain biaya masuk, biaya yang mungkin akan dikeluarkan pengunjung hanya untuk toilet Rp2.000 per orang.

Bagi yang ingin makan, pengelola menyediakan makanan khas pesisir yang bisa dipesan.Dari mulai ikan bakar sampai pecak bandeng. Ditemani dengan sayur asam, makanan ala kampung ini akan terasa sangat nikmat sambil melihat mangrove atau laut.

Daeng mengungkapkan, saat ini Taman Wisata Mangrove Teluk Banten masih dalam tahap pembangunan. Ia merencanakan rumah makan akan berada di ujung jembatan mangrove. Sementara restoran tempat pengunjung makan akan berupa restoran apung.

Ketika pengunjung ingin makan dan hidangan telah tersedia, restoran yang diikat dengan tali akan dilepaskan beberapa meter ke tengah laut. Restoran apung baru akan ditarik kembali ketika pengunjung telah selesai makan atau hendak pulang.“Kalau sekarang untuk sementara rumah makannya kita taro di depan. Nanti di depan hanya ada gerbang masuk,” ujarnya.

Rute ke Lokasi

Untuk bisa ke lokasi Taman Wisata Mangrove Teluk Banten, pengunjung cukup datang ke Pelabuhan Karangantu. Saat di pintu gerbang, pengunjung hanya dikenakan Rp500 per kendaraan oleh petugas pelabuhan. Karena biaya masuknya hanya Rp500 ini, warga menamakan pantai di ujung pelabuhan ini dengan Pantai Gopek. Dari gerbang masuk pengunjung hanya perlu berjalan lurus mengikuti jalan dan ketika di belokan kedua akan diarahkan ke tempat parkir. Jangan khawatir dengan biaya, karena parkir di sini gratis.

Chandra alias Hubes, pengelola Taman Wisata Mangrove Teluk Banten, mengatakan, taman wisata mangrove dapat terwujud berkat sinergi pengelola dengan Karang Taruna Teratai, Kelurahan Banten. Karena yang dijual adalah wisata mangrove, maka sudah menjadi kewajiban pengelola untuk menjaga kelestarian mangrove.

Bahkan, pada 17 Agustus mendatang bersama dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara akan digelar tanam mangrove 1.000 batang.Penanaman mangrove juga untuk menghijaukan lokasi taman wisata setelah pepohonan api-api di daerah itu banyak yang kering dan mati. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook