Lebaran, Jalan Tirtayasa dan Juhdi Ditutup

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 10 Agustus 2019 - 11:27:24 WIB   |  dibaca: 191 kali
Lebaran, Jalan Tirtayasa dan Juhdi Ditutup

DISEWAKAN : Urutan angka untuk PKL ditulis di atas Jalan Juhdi, Kota Serang, Jumat (9/8). Selama Idul Adha, Jalan Juhdi akan ditutup untuk memfasilitasi para PKL.

SERANG, BANTEN RAYA- Jalan Raya Tirtayasa dan Juhdi di Pasar Royal, Kota Serang sejak Jumat-Minggu (9-11/8) dini hari ditutup sementara. Penutupan dua jalan itu untuk memfasilitasi para pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangannya dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha tahun 2019 yang ditetetapkan pada Minggu (11/8). Alhasil, kendaraan roda dua dan roda empat dialihkan selama keberadaan PKL itu beroperasi.

Pantuan Banten Raya pada pukul 14.00, sepanjang Jalan Juhdi sudah ditetapkan lapak-lapak untuk pedagang. Batasan wilayah lapak ditandai dengan tulisan cat angka mulai dari angka 1 sampai 140. Setiap angka terdapat jarak satu meter sebagai tanda batas ukuran untuk lapak PKL yang disewakan untuk para pedagang.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang Jhoni Manahan mengatakan, penggunaan dua jalan itu untuk memfasilitasi para PKL musiman dalam rangka menyambut malam takbiran Idul Adha.“Itu sudah puluhan tahun. Setiap mau Lebaran selalu membuka lapak di tengah jalan Tirtayasa dan Juhdi. Karena itu kebiasaan dari dulu di Serang,” kata Jhoni kepada Banten Raya, Jumat (9/8).

Terkait penutupan dua jalan itu, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mulai dari pemerintahan kelurahan, polsek, dan OPD terkait.“Kita sudah ada izinnya dari Kelurahan Kota Baru dan Kelurahan Cimuncang, Polsek Serang, dan dishub. Izinnya dari mulai malam Jumat sampai malam takbiran (Sabtu malam Minggu). Mulai beroperasi sore dari jam 15.00 sampai jam 2 dini hari,” ucap dia.

Saat ditanya jumlah PKL yang menyewa dan berapa biaya sewannya, Jhoni mengaku tidak tahu terkait hal tersebut. Sebab hal itu merupakan kewenangan koordinator PKL.
“Soal itu ke koordinator pedagang. Kami hanya memfasilitasi tempat. Kami tidak pernah mengeluarkan harga sewa kami hanya mengeluarkan izin untuk berjualan. Dengan segala aturannya begitu malam takbiran sampah-sampahnya harus bisa bersih besok paginya,” katanya.

Kepala Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, Jalan Tirtayasa dan Jalan Juhdi sudah puluhan tahun digunakan untuk kegiatan berdagang bagi PKL saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“PKL musiman itu kan kegiatan sudah berlangsung lama. Sudah puluhan tahun. Tujuannya ya memberikan peluang usaha dan membantu masyarakat untuk mempermudah belanja sesuai tradisi hari raya di Serang,” tutupnya.

Salah seorang pedagang di Jalan Juhdi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, berdasarkan informasi lapak tersebut dipatok seharga Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. “Dengar-dengar mah kalau Lebaran puasa mah Rp 400 ribu. Kalau sekarang mah Rp 250 ribu-Rp 300 ribu,” katanya.Ia membenarkan bahwa setiap momen perayaan hari raya Jalan Juhdi selau digunakan untuk berjualan. “Ini mah setiap tahun jalan ini suka buat Lebaran. Dulu pernah jualan kalau sekarang mah gak karena sepi,” ujarnya lagi. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook