PLN Tambah Kapasitas Daya GI Balaraja

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 10 Agustus 2019 - 11:30:32 WIB   |  dibaca: 275 kali
PLN Tambah Kapasitas Daya GI Balaraja

KERJA KERAS : Petugas PLN UIP ISJ menambah kapasitas daya di GI Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kemarin.

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - PLN terus membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Melalui unit usahanya, PLN Unit Induk Pembangunan Interkoneksi Sumatera Jawa (UIP ISJ) melaksanakan pembangunan ekstensi busbar di Gardu Induk (GI) 150kV New Balaraja, Kabupaten Tangerang untuk menghubungkan switchyard eksisting yang sudah beroperasi dengan switchyard baru, dimana pada switchyard baru terdapat instalasi 1 trafo bay dengan daya 60MVA yang siap dioperasikan.

“Dengan terhubungnya switchyard eksisting dengan switchyard baru diharapkan sistem kelistrikan di GI New Balaraja semakin andal, tentunya karena adanya tambahan kapasitas daya di GI New Balaraja sebesar 60MVA yang semula kapasitasnya 120MVA menjadi 180MVA,” ujar Asisten Manajer Komunikasi PLN UIP ISJ Annisa Melda, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (9/8).

Selain instalasi trafo pada switchyard baru, sudah terdapat peralatan penghubung antara GI New Balaraja dengan GI Milenium, sehingga sistem penyaluran di wilayah Banten semakin kuat. “Upaya ini untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan,” katanya.

Sementara itu, pelanggan listrik di Banten akan mendapatkan kompensasi. Potongan tagihan listrik bagi pelanggan yang masih menggunakan KWH meter dan tambahan KWH bagi yang menggunakan token. Kompensasi ini sebagai efek dari blackout listrik se-Jabodetabek dan Jawa Barat dan Banten pada Minggu (7/8) lalu.

General Manager PLN UID Banten Dody Pangaribuan mengatakan, sebagai permintaan maaf dan bentuk tanggung jawab, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp153 miliar untuk didistribusikan kepada pelanggan yang terkena pemadaman masal selama 2 hari. “Perhitungan kasar kami, sekitar Rp153 miliar yang harus kami siapkan sebagai bentuk kompensasi. Totalnya itu ada 3,2 juta pelanggan dari wilayah Banten yang terkena dampak pemadaman beberapa waktu lalu selama dua hari,” katanya.

Dody menjelaskan, untuk mendapatkan kompensasi yang diberikan dari PLN harus melewati beberapa tahapan yang tidak sulit. Kompensasi yang diberikan dibagi menjadi dua golongan, pelanggan listrik bersubsidi dan non-subsidi. “Bagi pelanggan subsidi akan diberikan kompensasi sebesar 20 persen. Sementara non-subsidi mendapatkan kompensasi sebesar 35 persen. Dari dua jenis pelanggan tersebut, dibagi lagi menjadi dua jenis pembayaran yakni pascabayar dan prabayar,” jelasnya.

Dody menambahkan, untuk pelanggan yang biasa membayar listrik dengan cara pascabayar (menggunakan KWH meter) akan mendapatkan potongan harga pada tagihan bulan berikutnya. Sedangkan untuk pelanggan prabayar (token) akan diberikan dua paket nomor token saat membeli token.

Satu paket berupa besarnya KWH sesuai dengan nominal yang dibeli, dan paket token kedua, tambahan KWH sebagai bentuk kompensasi. “Misal saja setelah dihitung satu pelanggan tagihannya Rp 1 juta, dia berhak mendapatkan kompensasi Rp 50 ribu, maka pada rekening September pelanggan itu hanya bayar Rp950 ribu untuk pascabayar.

Untuk prabayar pembelian mulai 1 September, dia biasa membeli Rp 1 juta akan ada 2 token yang terbit pada struknya. Satu token sesuai dengan nominal yang dibeli plus mendapat satu token lagi tambahan kompensasi Rp 50 ribu,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook