PID Diarahkan Bisa Tangani Stunting

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 12 Agustus 2019 - 11:19:47 WIB   |  dibaca: 239 kali
PID Diarahkan Bisa Tangani Stunting

PAPARAN: Ratu Teti, Kabid Kelembagaan Bimas DPMPD Pandeglang memberi arahan peningkatan kapasitas pengembangan SDM Pendamping Desa di Aula PKPRI.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Tim Program Inovasi Desa Cluster VI yang meliputi Kecamatan Cipeucang, Cimanuk, Mekarjaya, Banjar, Kaduhejo, Cadasari, dan Koroncong menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia di Aula PKPRI, Jumat- Sabtu (9-10/8).

Kegiatan dihadiri oleh konsultan nasional Ujang Heryana, konsultan program wilayah Usep Dadang, satker provinsi, Kadis PMD Kabupaten Pandeglang  Taufik Hidayat, TAP3MD Pandeglang Maman Abdurahman, PD dan PLD dari beberapa kecamatan.

Menurut Winangun, ketua pelaksana kegiatan, kegiatan ini merupakan salah satu amanat yang tertuang dalam Permendes Nomor 16 tahun 2018 serta juknis PID tahun 2019 yaitu tentang penanganan stunting secara konvergensi atau gabungan di desa.

"Program inovasi desa saat ini memang lebih terfokus pada pemberdayaan salah satunya yaitu penanganan stunting di desa, sehingga melalui pelatihan peningkatan kapasitas KPM saat ini mampu menuntaskan permasalahan stunting di desa kedepan", tuturnya.

Winangun menambahkan penangan stunting di desa juga harus bersinergi antar semua elemen. Mulai dari kepala desa, perangkat desa, tokmas, BPD, kader posyandu. Tujuannya agar KPM yang sudah dibentuk lebih mudah merealisasikannya di desa masing-masing.

"Materi PSDM ini bisa tersampaikan kepada masyarakat tentunya harus semua unsur yang ada di desa terlibat tidak hanya KPM saja, agar masyarakat bisa memahami dan menyadarinya," ungkapnya.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa DPMPD Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat mengajak semua peserta yang mengikuti pelatihan agar berperan aktif di desa dalam penanganan stunting. "Mulai hari ini, dan besok setelah pelatihan semua peserta berjanji akan menurunkan angka stunting di desa masing-masing,” ungkapnya.

Taufik juga mengingatkan kepada aparatur desa yang ikut hadir dalam acara tersebut untuk merealisasikan program penanganan stunting dengan pemberian nutrisi yang sudah dianggarkan dalam APBDes setiap tahunnya."Setiap desa sudah menganggarkan di APBDes tiap tahun yaitu kurang lebih 150 ribu per bulan untuk kegiatan Posyandu, jadi jika ada desa yang tidak mencairkan anggaran tersebut laporkan ke saya," ungkapnya. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook