Warga Terdampak Asap Tinggalkan Pengungsian

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:43:44 WIB   |  dibaca: 125 kali
Warga Terdampak Asap Tinggalkan Pengungsian

DI PENGUNGSIAN : Warga terdampak asap TPSA Bagendung mengungsi di posko di salah satu madrasah, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA – Asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon mulai mereda sejak Minggu (11/8) lalu. Warga terdampak asap pun secara berangsur mulai meninggalkan tempat pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing.

Diketahui, TPSA Bagendung terbakar sejak Sabtu (2/8) petang. Kepulan asap dari TPSA tersebut sempat menyelimuti tiga kecamatan di sekitar lokasi, sehingga warga diungsikan.
Sedikitnya, 123 jiwa dari 37 Kepala Keluarga (KK) di Lingkungan Sambi Buhut, Lingkungan Larangan, dan Lingkungan Lebak Gebang mengungsi di Madrasah Aliah Al-Bustaniah. Dari 123 jiwa itu, terdiri dari 17 bayi, 15 balita, 18 anak-anak, 1 lansia dan 72 orang dewasa. Saat ini pun asap masih mengepul dari titik kebakaran, namun sudah berkurang.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Ketertiban Umum, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Deni Eka Wandana menyatakan, saat ini petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon masih terus berupaya memadamkan beberapa titik api di lokasi, yang tinggal sedikit.

Kondisi tersebut membuat kepulan asap mulai mereda, sehingga warga terdampak dibolehkan pulang dan berakifitas kembali di rumah. “Sabtu (10/8) pengungsi tinggal sedikit. Namun pada Minggu (11/8) sudah semuanya pulang warga yang ada di pengungsian,” katanya kepada Banten Raya, Senin (12/8).

Kendati pengungsi sudah pulang, lanjut Deni, petugas seperti dari PMI, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) masih siaga di pengungsian. Hal tersebut untuk mengantisipasi, jika sewaktu-waktu ada warga yang mengeluhkan ganggungan kesehatan karena asap TPSA.

“Para petugas dan tenda masih ada. Sebab, setatusnya juga belum boleh dibubarkan pengungsian. Karena Bu Sekda (Sekda Cilegon Sari Suryati) sudah berpesan jika kondisi api masih menyala, maka warga bisa kembali lagi (ke pengungsian),” paparnya.

Sementara itu, Ismail, warga yang sebelumnya menungsi menyatakan, bersama istri dan anaknya yang masih bayi sudah meninggalkan pengungsian pada saat malam takbir atau Sabtu (10/8) malam. Namun, ia tetap waspada jika sewaktu-waktu asap tebal masuk ke pemukiman kembali.“Genap satu pekan dari Sabtu ke Sabtu lagi saya berada di pengungsian. Sekarang sudah mereda dan semoga bisa cepat selesai asapnya semua,” paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook