Serapan Anggaran Baru 38 Persen

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:44:58 WIB   |  dibaca: 152 kali
Serapan Anggaran Baru 38 Persen

PARIPURNA : Rapat paripurna tiga Raperda di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Senin (12/8).

CILEGON, BANTEN RAYA - Progres serapan anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2019 saat ini baru 38,02 persen atau sebesar Rp 774 miliar dari APBD Cilegon 2019 sekitar Rp1,83 triliun. Sementara, untuk pos pendapatan baru 43,71 persen atau Rp 819,259 miliar.

Dari capaian tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon meminta agar lembaga eksekutif Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bekerja keras agar capaian serapan anggaran atau pendapatan pada APBD 2019 bisa maksimal.

Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengatakan, pendapatan sampai Juli 2019 telah mencapai Rp 819,259 miliar atau 43,71 persen dari APBD 2019. Rinciannya, pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 264,955 juta, dana perimbangan mencapai Rp 476,650 miliar, dan lain-lain pendapatan yang sah mencapai Rp 77,653 miliar.

“Terkait dengan realisasi penggunaan anggaran yang sudah diserap sampai Juli 2019 sebesar Rp 774 miliar atau 38,02 persen dari APBD Kota Cilegon 2019,” kata Ati pada Rapat Paripurna Jawaban Walikota atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2019 menanggapi pemandangan umum Fraksi Nasdem di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon, Senin (12/8).

Ditemui usai paripurna, Ati mengatakan, semua sektor baik pendapatan maupun belanja akan digenjot. Pihaknya bersama Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) teknis untuk lebih maksimal lagi dalam menggenjot pendapatan maupun belanja. “Saat ini sedang proses, di OPD masih terus berjalan, baik untuk pendapatan dan belanja,” kata Ati.

Ditemui pekan lalu, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, pada pekan lalu pihaknya telah melaksanakan rapat dinas dengan mengumpulkan seluruh kepala OPD. Dalam serapan anggaran, adanya permasalahan di lelang proyek yang menjadi kendala lambannya serapan anggaran. “Lambannya tender proyek bukan saja di ULP (Unit Layanan Pengadaan) tapi di OPD juga seperti PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) yang harusnya masukin SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) tapi kadang tidak dimasukin, jadi proses lelang lamban,” kata Edi.

Ia mengklaim akan menggenjot serapan anggaran. Jika pelaksanaan kegiatan, Ia menilai, lantaran permasalahan sumber daya manusia (SDM). Pihaknya meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PPTK untuk lebih bekerja keras lagi. “Kita sudah evaluasi, adanya beberapa proyek yang gagal lelang juga kami minta untuk segera diselesaikan,” ungkapnya.

Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) pada DPRD Kota Cilegon, Isro Mi'roj mengatakan, harusnya pada semester pertama 2019 baik pendapatan maupun belanja sudah 55 persen. Agar, pada akhir tahun bisa mencapai 90 persen lebih baik pendapatan maupun belanja. Pada pos pendapatan APBD 2019, pihaknya selalu menekan eksekutif dalam rapat prognosis untuk pos pendapatan capaianya bisa dimaksimalkan. “Tapi dari eksekutif itu biasanya bicaranya target akan tercapai, meski di akhir-akhir tahun,” kata Isro.

Isro menjelaskan, serapan belanja pada APBD Kota Cilegon 2019 lebih lamban lagi. Serapan anggaran itu terkendala oleh pembayaran kegiatan fisik yang baru dilakukan setelah progres seperti kegiatan fisik selesai. “Pembayraan biasanya setelah pengerjaan proyek selesai, tapi kalau memang lelang bisa di awal tahun dan bisa segera dikerjakan di awal tahun, pada semester pertama sudah bisa 55 persen, ini kendalanya dikerjakan di akhir-akhir tahun,” cetusnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook