Penataan Cilowong Terbentur Anggaran

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:33:26 WIB   |  dibaca: 156 kali
Penataan Cilowong Terbentur Anggaran

PENATAAN: Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto menunjukkan penataan pada TPSA Cilowong yang sudah dilakukan, Senin (12/8).

SERANG, BANTEN RAYA- Pasca longsor pada Januari 2019 lalu, tempat pembuangan sampah Cilowong yang berlokasi di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, belum maksimal ditata. Penataan dilakukan seadanya karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto mengatakan, saat ini dinas baru melakukan penataan-penataan seadanya agar aktivitas buang sampah ke Cilowong berjalan lancar. Ia mencontohkan jalan akses masuk kendaraan baru dibuat seadanya. Idealnya jalan itu dibangun dengan menggunakan coran atau hotmiks agar ban kendaraan pengangkut sampah lebih awet.

Sementara dalam kondisi jalan sekarang yang berbatu tajam bisa menyebabkan ban mobil cepat rusak dan harus diganti tiga bulan sekali. "Maka kalau dianggaran kita banyak pembelian ban itu karena jalannya masih rusak begini," kata Ipiyanto, Senin (12/8).

DLH juga terpaksa menggunakan bak pengolahan lindi manual karena bak pengolahan yang sudah permanen tertimbun longsor seluruhnya. Agar air lindi dapat mengalir ke kolam sementara, petugas membuat drainase di tengah-tengah tumpukan sampah untuk mengatur aliran air lindi. Dari kolam pengolahan manual ini, air lindi yang dianggap sudah tidak berbahaya dialihkan ke saluran air berupa selokan kecil yang akan sampai ke Kali Banten. "Kalau tidak kita buat drainase air lindi akan menyebar ke rumah penduduk," katanya.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang ini mengatakan bahwa pengelolaan sampah saat ini menggunakan sistem control land fill. Artinya setiap ketinggian tertentu sampah akan ditimpa dengan tanah. Cara ini akan membuat bau sampah berkurang. Juga menghindari adanya perkembangbiakan lalat. Pembuangan gas metan juga dilakukan dengan menyalurkannya melalui pipa besah sehingga mengurangi resiko kebakaran seperti yang terjadi di Kota Cilegon.

Ipiyanto mengatakan bahwa program dinas lingkungan hidup, terutama dalam penataan Cilowong, tidak akan bisa dilakukan tanpa pembiayaan. Sementara kekuatan APBD Kota Serang tidak cukup bila digunakan untuk menata Cilowong. Karena itu ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bisa membantu dari sisi anggaran guna penataan Cilowong. Apalagi sampai saat ini kedua daerah ini masih membuang sampah ke Cilowong.
 
Ipiyanto menyatakan bahwa masalah sampah seperti bom waktu. Bila tidak diatasi saat ini maka akan menimbulkan masalah besar. Kejadian longsor dan kebakaran di Cilegon harus menjadi peringatan agar penataan sampah dilakukan secara sungguh-sungguh dari hulu ke hilir dan dengan pendanaan yang memadai. Apalagi masalah sampah bukan hanya tanggung jawab dinas lingkungan hidup semata, tetapi tanggung jawab bersama.

Kasubag Tata Usaha UPT Kebersihan pada DLH Kota Serang Mualimin mengatakan bahwa ke depan penataan harus didukung oleh Pemprov Banten dengan mengalokasikan anggaran untuk penataan Cilowong. Sebab pada penataan sebelumnya pun anggaran yang digunakan adalah anggaran dari APBN karena APBD Kota Serang terlalu sedikit, hanya Rp1,2 triliun. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook