Dirazia, Germo Todongkan Pistol Ke Satpol PP

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 13 Agustus 2019 - 13:24:07 WIB   |  dibaca: 316 kali
Dirazia, Germo Todongkan Pistol Ke Satpol PP

BERANTAS PROSTITUSI : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang melaksanakan apel sebelum menggelar razia di halaman kantor Satpol PP Kota Tangerang, Senin (12/8) dini hari.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang mendapat todongan diduga senjata api (senpi) jenis pistol dari seseorang yang diduga germo atau muncikari.

Ancaman tersebut didapatnya saat menjalankan tugas melakukan razia praktik asusila dan prostitusi di kawasan Pasar Induk, Kelurahan Tanah Tinggi Kota Tangerang. Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula saat petugas Satpol PP mendatangi gubuk-gubuk yang diduga biasa dijadikan tempat kencan oleh para wanita malam dengan pria hidung belang di Pasar Induk Tanah Tinggi. Saat mendatangi salah satu gubuk, petugas Satpol PP tiba-tiba didatangi seorang lelaki yang diduga germo atau muncikari dan langsung menodongkan pistol.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Satpol PP Kota Tangerang Gufron Falefi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Senin (12/8) dini hari. Menurutnya ciri-ciri pelaku pria berbadan tegap dan menggunakan topi. “Lelaki itu, memakai topi dan kaos putih.

Namun, setelah yang bersangkutan mengetahui petugas Satpol PP saat itu tidak sendirian, langsung berlari ke arah pintu masuk ke dalam kebun lahan milik Kemenkumham,” katanya kepada wartawan saat ditemui di ruangannya.

Mendapat kejadian tersebut, pihaknya yang saat itu dibantu unsur TNI dan Polri langsung mengejar pelaku yang kabur ke arah kebun kosong atau pelaku tidak berhasil ditangkap karena kondisi lokasi yang saat itu gelap. “Kondisi gelap, kami khawatir bisa membahayakan petugas. Akhirnya, petugas terpaksa kami tarik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Gufron menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan membongkar gubuk di sekitar lokasi tersebut yang diduga dijadikan tempat prostitusi. Hal ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak prostitusi di Kota Tangerang. “Berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2005 jelas disebutkan larangan melakukan asusila dan pelacuran di Kota Tangerang. Untuk itu, kami pastikan bahwa gubuk-gubuk yang diduga dijadikan lokasi prostitusi akan segera kami bongkar,” tegasnya.

Gufron menjelaskan, dalam operasi tersebut pihaknya berhasil mengamankan dua orang perempuan yang diduga PSK, serta lima orang pasangan  bukan suami istri yang kedapatan berada di dalam kamar hotel. “Dua orang yang diduga PSK telah kami kirim ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan, sementara untuk pasangaan bukan suami istri dipulangkan setelah kami lakukan pendataan,” jelasnya.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana menambahkan, pihaknya sudah melaporkan penodongan yang dilakukan oleh pria yang diduga germo atau muncikari PSK tersebut ke Polsek Tangerang. Mumung berharap, Kepolisian segera bisa menangkap pelaku tersebut. “Sudah kita laporkan. Mudah-mudahan segera ketangkap pelakunya,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook