61 Persen DPRD Banten Wajah Baru

nurul roudhoh   |   Politik  |   Selasa, 13 Agustus 2019 - 13:29:50 WIB   |  dibaca: 349 kali
61 Persen DPRD Banten Wajah Baru

AMAN DAN LANCAR : Rapat pleno terbuka Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Banten Pemilu Tahun 2019 yang digelar KPU Provinsi Banten di The Royale Krakatau Hotel, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin (12/8).

CILEGON, BANTEN RAYA – Susunan anggota DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024 didominasi oleh nama-nama baru. Dari 85 kursi yang tersedia, 52 diantaranya atau sekitar 61 persen akan diduduki oleh para politikus wajah baru penghuni gedung parlemen Banten. Demikian terungkap dalam rapat pleno KPU Provinsi Banten tentang penetapan calon anggota legislatif (caleg) terpilih Pemilu 2019 di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Senin (12/8).

Adapun 85 anggota DPRD periode 2019-2024 yang ditetapkan berasal dari 10 daerah pemilihan (dapil). Rinciannya, Dapil Banten 1 atau Kota Serang adalah Encop Sopia (Gerindra), Teguh Ista'al (Golkar, wajah baru), Juheni Mohamad (PKS, wajah baru), Furtasan Ali Yusuf (NasDem, wajah baru) dan Agus Efendi (PPP, wajah baru).

Banten 2 atau Kabupaten Serang ada Sopwan (Gerindra), Fahmi Hakim (Golkar, wajah baru), Madsuri (PDIP, wajah baru), Gembong R Sumedi (PKS, wajah baru), Ubaidillah (PPP, wajah baru), Heri Handoko (Demokrat), Ishak Sidik (PAN), Dedi Haryadi (Berkarya, wajah baru), Umar Bin Barmawi (PKB, wajah baru), Tati Nurcahyana (Gerindra, wajah baru), Muhsinin (Golkar, wajah baru) dan Ida Rosida (PDIP, wajah baru).

Banten 3 atau Kabupaten Tangerang A  terdiri atas Muhlis (PDIP), Moh Bahri (Gerindra, wajah baru), M Faizal (Golkar), Miptahudin (PKS), Dedi Sutardi (Demokrat, wajah baru), M Nur Kholis (PKB, wajah baru), Indah Rusmiati (PDIP, wajah baru), Tb Luay Sofhani (PAN), Agus Supriyatna (Gerindra, wajah baru) dan Martua Nainggolan (Hanura, wajah baru).

Banten 4 atau Kabupaten Tangerang B adalah Bahrum (PDIP, wajah baru), A Jaini (Golkar), Ade Awaludin (Gerindra), Rahmat (PKB), M Nawa Said Dimyati (Demokrat), Asnin Syafiuiddin (PKS), Achmad Farisi (PAN, wajah baru), Jamin (PDIP), Mujakkir Zuhri (Golkar, wajah baru), Ali Nurdin Abdul Ghani (NasDem) dan Dahlan Hasyim (Gerindra, wajah baru).

Banten 5 atau Kota Tangerang A terdiri atas Sri Hartati (PDIP), M Nizar (Gerindra, wajah baru), Hilmi Fuad (PKS, wajah baru), Kuswara (Golkar, wajah baru), Ahmad Fuady (PKB, wajah baru), Asep Hidayat (Demokrat, wajah baru), Sugianto (PDIP, wajah baru) dan Iskandar (PPP).

Banten 6 Kota Tangerang B ada Yeremia Mendrofa (PDIP), Andra Soni (Gerindra), M Bonnie Mufidjar (PKS), Jazuli Abdillah (Demokrat, wajah baru), Desy Yusandi (Golkar) dan Ella Silvia (PAN, wajah baru).

Banten 7 atau Kota Tangerang Selatan terdiri atas Anita Indah Wati (PDIP), Budi Prajogo (PKS), Yudi Budi Wibowo (Gerindra, wajah baru), Syihabudin Hasyim (Golkar, wajah baru), Rommy Adhie Santoso (Demokrat, wajah baru), Maretta Dian Arthanti (PSI, wajah baru), Toha (PDIP, wajah baru), Ria Mahdia Fitri (NasDem, wajah baru), Ahmad Fauzi (PKB, wajah baru), A Cut Muthia Ahmad M (PKS, wajah baru) dan Zaid Elhabib (Gerindra).

Banten 8 atau Kabupaten Lebak ada Ade Hidayat (Gerindra), Imanudin Sudirman Karis (Demokrat), Ade Suryana (PDIP), Saefullah (PKB), Suparman (Golkar), Iip Makmur (PKS, wajah baru), Neng Siti Julaeha (PPP, wajah baru), Oong Syahroni (Gerindra, wajah baru) dan Mahpudin (Demokrat, wajah baru).

Banten 9 atau Kabupaten Pandeglang terdiri atas Kuswandi (Gerindra) Fitron Nur Ikhsan (Golkar), Eri  Suhaeri (PDIP), Nurul Wasiah (PKS, wajah baru), Nawawi Nurhadi (PKB, wajah baru) , Yoyon Sujana (Demokrat), Ida Ating (PPP, wajah baru), Beni Sudrajat (NasDem, wajah baru), Hadi Mawardi (PAN, wajah baru) dan Anda Suhanda (Gerindra, wajah baru).

Sementara untuk Banten 10 atau Kota Cilegon ada Syihabudin Sidik (Gerindra, wajah baru) Dede Rohana Putra (PAN, wajah baru) dan Shinta Wishnu Wardhani (PKS, wajah baru).
Ketua KPU Provinsi Banten Wahyul Furqon mengatakan, penetapan caleg terpilih merupakan rangakaian dari tahapan akhir Pemilu Legislatif 2019. Penetapan juga dilaksanakan setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan yang dilayangkan sejumlah parpol.

Dimana dalam putusannya, MK tidak mengubah hasil rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan KPU sebelumnya. “Apa yang kami bacakan tadi dan telah memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada para pimpinan parpol. Proses yang dilakukan hari ini clear, artinya tidak ada tanggapan dan koreksi,” ujarnya.

Mantan komisioner KPU Kota Tangerang itu juga menuturkan, dari hasil rapat pleno, Gerindra memeroleh kursi terbanyak dengan 16. Diikuti PDIP 13 kursi, Golkar 11 kursi, PKS11 kursi dan Demokrat 9 kursi. Lalu ada PKB 7 kursi, PAN 6 kursi, PPP 5 kursi, NasDem 4 kursi, Berkarya, 1 kursi, PSI 1 kursi dan Hanura 1 kursi.“Ada memang di DPRD Provinsi Banten yang tidak memiliki kursi seperti Partai Garuda, Perindo, PBB kemudian PKPI,” katanya.  

Berdasarkan catatan Banten Raya, raihan tersebut membuat perolehan kursi sejumlah parpol berubah. Pada Pemilu 2014, PDIP dan Golkar memeroleh  15 kursi. Diikuti Gerindra 10 kursi, Demokrat 8 kursi, PPP 8 kursi, PKS 8 kursi, PKB 7 kursi, Hanura 6 kursi, Nasdem 5 kursi dan PAN 3 kursi.

Setelah rapat pleno, kata Wahyul, tahapan selanjutnya adalah penyerahan salinan dokumen penetapan ke Pemprov Banten untuk selanjutnya ditindaklanjuti menjadi usulan pelantikan. Terkait pelantikan, hal itu sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah.  “Akan kita sampaikan salinanya kepada parpol, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Secara administrasi syaratnya sudah terpenuhi dan kita akan secepatnya menyampaikannya juga ke pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi mengatakan, secara umum dari segi penyampaian baik perolehan kursi maupun caleg terpilih, pihaknya tak menemukan persoalan. Semua yang disampaikan dan ditetapkan seluruhnya sesuai dengan data yang dimiliki oleh Bawaslu.

“Secara prinsip kita tidak memiliki catatan khusus. Kalau dari perolehan suara parpol, alokasi kursi dan penetapan caleg terpilih sudah sesuai dengan yang kita hitung juga. Untuk DPRD provinsi tidak ada catatan khusus dari segi penetapan,” tutur mantan komisioner KPU Provinsi Banten ini.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Banten Bahrul Ulum mengapresiasi kinerja semua pihak yang terlibat dalam Pemilu 2019. Dia merasa bangga karena meski Banten dikateorikan sebagai daerah agak rawan namun dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan kondusif.

“Saya hanya ingin menyampaikan apresiasi ke KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara. Bekerja siang dan malam. Apresiasi yang sama juga saya berikan kepada TNI/Polri. Saya pikir untuk penyelenggaraan pemilu tidak ada kendala apapun,” ujarnya.  

Di tempat yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) I Provinsi Banten Samsir berharap, berkas hasil penetapan bisa segera dilengkapi dan dikirim ke pemprov sebagai dasar usulan pelantikan caleg terpilih. Rencananya, pelantikan akan digelar pada 2 September mendatang mengingat masa jabatan anggota DPRD Provinsi Banten periode 2014-2019 akan berakhir pada 1 September.

“Pelantikan setelah SK selesai. Mau dilantik tanggal 1 atau 2 pun kalau SK dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), pelantikan belum bisa dilaksanakan. Memang ke September masih lama, namun alangkah baiknya jika kita menggunakan waktu yang lebih panjang dalam memproses usulan pelantikan,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook