Kendala Anggaran Disiasati dengan Gotong Royong

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 14 Agustus 2019 - 11:27:58 WIB   |  dibaca: 162 kali
Kendala Anggaran Disiasati dengan Gotong Royong

DISKUSI : Seluruh warga Kampung Perumasan, Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, bersiap mengikuti kompetisi Kampung Bersih dan Aman.

BAROS – Lingkungan RW 04, Kampung Perumasan, Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, bersiap mengikuti kompetisi Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019. Permasalahan anggaran yang menjadi kendala, tak menyurutkan semangat pengurus dan warga lingkungan ini. Mereka menggiatkan gotong royong untuk mempercantik kampungnya agar bisa memenangkan perlombaan ini.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Sidamukti Saidan menyatakan bahwa kesiapan pengurus dan warga RW 04, Kampung Perumasan, karena keempat syarat mengikuti Kampung Bersih dan Aman sudah terpenuhi. Yakni, ketersediaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS), sistem keamanan lingkungan (Siskamling), kelompok sadar lingkungan, dan kelompok pemuda sadar hukum. “Alhamdulillah, empat persyaratan mengikuti lomba sudah kami siapkan,” tegasnya kepada Radar Banten, Selasa (13/8). “Semuanya sudah komplit,” sambung Saidan.

Ia mengaku, Pemerintah Desa Sidamukti sudah melakukan musyawarah dengan anggota bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) dan bintara pembina desa (babinsa), serta ketua Badan Pengembangan Desa (BPD) Sidamukti, ketua RT dan RW di Kampung Perumasan, serta tokoh masyarakat. Musyawarah ini untuk menentukan strategi yang akan dilakukan untuk memenangkan Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019. “Alhamdulillah, semuanya mendukung,” akunya.

Saidan mengakui, keikutsertaan RW 04, Kampung Perumasan, mengikuti Kampung Bersih dan Aman sempat kurang mendapat dukungan penuh dari warga. Penyebabnya, karena anggaran yang dimiliki pemerintah desa minim.

Kendati demikian, Pemerintah Desa Sudamukti dan pengurus RW 04 tetap optimistis bisa mengikuti Kampung Bersih dan Aman. Permasalahan anggaran, disiasati dengan kegiatan gotong royong warga bersama pemerintah desa dan pengurus lingkungan di Kampung Perumasan.“Jujur, anggaran kita minim. Tapi, saya coba membangkitkan semangat gotong-royong yang mulai hilang,” katanya.

Dijelaskan Saidan, Kampung Perumasan memiliki potensi sebagai wilayah penghasil hasil bumi yang cukup berlimpah. Selain pertanian, ada juga timun suri. Terlebih, tahun ini, desanya mendapat bantuan pembangunan irigasi dari Pemkab Serang.“Yang kita tonjolkan dalam ajang lomba Kampung Bersih dan Aman nanti ialah hasil bumi yang beragam dan lingkungan bersih,” cetus Saidan.

Ketua RT 07 RW 04, Kampung Perumasan, Sukenda membenarkan jika beberapa warganya kurang antusias mendukung kepesertaan RW 04 pada Kampung Bersih dan Aman. Sikap ini ditunjukkan oleh sebagian warga setelah bermusyawarah dengan aparat desa dan pengurus lingkungan, beberapa waktu lalu. Pemicunya, karena pemerintah desa tidak menyediakan anggaran.“Saya sih mendukung saja. Cuma, warga pada kurang siap karena minim anggaran,” tandasnya.

Namun, sikap beberapa warga itu tidak menjadi penghalang. Sukenda berjanji akan tetap mengajak warganya untuk menyukseskan Kampung Bersih dan Aman 2019 di RW 04, Kampung Perumasan. “Sayang banget kalau sampai enggak ikutan. Soalnya kan setahun sekali dan jadi ajang pembuktian kalau kampung kita bersih dan aman,” tukas Sukenda. (mg06/don/ags)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook