Guru PAI Minta Peningkatan Kesejahteraan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 14 Agustus 2019 - 12:07:39 WIB   |  dibaca: 105 kali
Guru PAI Minta Peningkatan Kesejahteraan

AUDIENSI : Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati (tengah) saat menerima audiensi KKG Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) Kota Cilegon dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Selasa (13/8).

CILEGON, BANTEN RAYA - Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) Kota Cilegon melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati MArliati di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Selasa (13/8). Pada pertemuan tersebut KKG PAI SD Kota Cilegon meminta perhatian dari Pemerintah Kota (pemkot) Cilegon terkait peningkatan kesejahteraan bagi guru PAI yang berstatus Tenaga Kerja Sementara (TKS) di SD Negeri.

Pantauan di lokasi, ada sekitar 30 guru PAI SD se-Kota Cilegon yang menemui Ati. Kedatangannya juga didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, Mahfudin.Ketua KKG PAI SD Kota Cilegon, Ahmad Sumjaini mengatakan,  kegiatan audiensi yang dilakukan dengan Pemkot Cilegon lantaran adanya kepengurusan yang baru di KKG PAI SD untuk periode 2019-2024.

Pada pertemuan dengan orang nomor dua di Kota Cilegon tersebut, pihaknya menyampaikan aspirasi para guru PAI SD Negeri yang berstatus TKS. “Saat ini guru TKS di SD Negeri belum bisa mendapat sertifikasi, dan honornya dibawah UMK (Upah Minimum Kota),” katanya ditemui usai pertemuan di Kawasan Kantor Walikota Cilegon, kemarin.

Sumjaini mengatakan, saat ini anggota KKG PAI SD ada sekitar 240 orang. Ada yang mengajar di SD negeri da nada yang mengajar di SD swasta. “Setelah kami minta ke Ibu Wakil Walikota, katanya mau diupayakan untuk peningkatan kesejahteraan para guru TKS yang ada di SD Negeri,” ucapnya.

Selain terkait kesejahetaraan, kata Sumjaini, saat ini sudah banyak program yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan (Dindik). Diantaranya, gebyar PAI bagi siswa-siswi di Kota Cilegon yang sudah dianggarkan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon. “Saat ini beberapa kegiatan sudah dibiayai oleh Pemkot Cilegon, salah satunya program Gebyar PAI,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, banyaknya guru TKS di Kota Cilegon, lantaran banyak Guru PAI yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pensiun. Kemudian, saat ini penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jumlahnya sangat sedikit, sehingga sekolah terpaksa merekrut guru TKS. “Kami juga berterima kasih, karena Pemkot Cilegon juga berencana menyediakan buat secretariat KKG PAI,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengatakan, adanya harapan dari guru PAI yang ingin peningkatan kesejahteraan sah-saha saja. Pihaknya harus melihat kekuatan anggaran Pemkot Cilegon. “Guru PAI juga kan ada kewenangan di Kemenag, jadi nanti kita lihat pos mana yang bisa dianggarkan Pemkot Cilegon,” jelasnya.

Ati mengaku akan mendorong pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cilegon untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAI. “Selama ini sudah ada perhatian dari kami, tapi kalau minta peningkatan itu wajar saja, kita lihat kemampuan anggarannya, tapi kami optimis bisa meningkatkan kesejahteraan guru PAI maupun guru ngaji,” tuturnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook