2,1 Juta Kendaraan Nunggak Pajak

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:10:31 WIB   |  dibaca: 159 kali
2,1 Juta Kendaraan Nunggak Pajak

SOSIALISASI: Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Bidang Pendapatan dan Pajak Daerah Bapenda Banten Bambang DJ menjelaskan kaitan pajak daerah kepada peserta sosialisasi, di Aula Kecamatan Cihara, Selasa (13/8).

LEBAK, BANTEN RAYA- Sebanyak 2,1 juta lebih kendaraan sepeda motor dan mobil yang tercatat di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten belum bayar pajak. Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Bidang Pendapatan dan Pajak Daerah Bapenda Banten Bambang DJ dalam acara penyuluhan dan sosialisasi pajak daerah di Kecamatan Cihara, Selasa (13/8).

"Jumlah kendaraan di Banten totalnya lebih dari 5 juta unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 2,1 juta unit belum bayar pajak," kata Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Bidang Pendapatan dan Pajak Daerah Bapenda Banten Bambang DJ, di Kecamatan Cihara, Selasa (13/8).

Bambang menjelaskan, berdasarkan data di Bapenda Banten dari jumlah 5 juta, sebanyak 4 juta unit itu sepeda motor. Sebanyak 1,9 juta unitnya di antaranya menunggak pajak.
"Adapun di Samsat Malingping tercatat potensi pajak sebanyak 71.000 unit kendaraan. Sebanyak 44.720 unit sampai saat ini belum bayar pajak jadi hampir 50 persen belum melakukan pembayaran pajak," katanya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, pemilik kendaraan yang nunggak pajak tersebar di 10 kecamatan, salah satunya Kecamatan Cihara. "Sebanyak 2.764 unit kendaraan masih menunggak. Saat ini kami tengah menelusuri unitnya, jadi mohon maaf bila ada petugas door to door (pintu ke pintu) mendatangi pemilik kendaraan," katanya.

Dalam kegiatan turun ke lapangan, lanjut Bambang, petugas akan melakukan pendataan sekaligus membuka pelayanan samsat keliling. "Samling mobil maupun samling motor disiagakan, bagian dari mendekatkan pelayanan. Kalau sudah ada uang bisa langsung memanfaatkan layanan yang ada," katanya.

Kepala UPT PPD Bapenda Banten Wilayah Malingping H Samad mengatakan, bulan Juli-Oktober 2019 masuk bulan bebas pajak. "Bagi wajib pajak yang mau bayar pajak bebas sanksi administrasi atau denda pajak, dan bebas bea balik nama kendaraan. Untuk itu bagi warga memiliki mobil dan motor segera manfaatkan layanan ini dari 1 Juli sampai 31 Oktober dan ini belum tentu tahun depan akan ada lagi," katanya.

Kasat Lantas Polres Lebak AKP Fikri A mengungkapkan, pihak kepolisian sendiri ikut serta acara penyuluhan dan sosialisasi pajak daerah karena kaitan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. "Bagian penegak hukum, penindakan tilang, konsekuensi tidak tertib pajak bisa ditilang,  mohon maaf bukan kita memaksa tapi ketentuan undang-undang itu bisa ditilang," katanya.

Pelaksana Administrasi Jasa Raharja Samsat Malingping Tb Wildan Hidayatullah menuturkan, besaran santunan kepada korban meninggal akibat kecelakaan bertabrakan di jalan raya naik dua kali lipat. "Dulu besaran santunan kepada korban meninggal Rp 25 juta tapi sekarang naik jadi Rp 50 juta," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook