Air Menyembur Diuji 8 Parameter

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:36:41 WIB   |  dibaca: 221 kali
Air Menyembur Diuji 8 Parameter

UJI LAB: Petugas menguji air yang menyembur dari daerah Walantaka di Laboratorium UPT DLH Kota Serang di Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Selasa (13/8).

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menguji dengan menggunakan delapan parameter pada air belerang yang menyembur setelah seorang warga mengebor halaman rumahnya di Walantaka. Pengujian ini dilakukan guna mengetahui kandungan yang terdapat dalam air tersebut.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Hafis mengatakan bahwa ia mengambil air sampel dari air mancur hasil pengeboran pada Senin (12/8) lalu, dan langsung diuji di laboratorium milik dinas di Cipocok Jaya dengan menggunakan 8 parameter.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui kandungan oksidan dalam air, kandungan logam, tingkat keasaman, tingkat kepadatan/kekeruhan, dan lainnya."Secara visual dalam sampel air yang kita ambil terlihat seperti ada kandungan minyak dan sulvur (belerang)," kata Hafis, Selasa (13/8).

Hafis menyatakan bahwa dengan pengujian tersebut nanti akan terlihat dari parameter yang ditetapkan apakah air tersebut masih dalam baku mutu atau terlampaui. Ia memperkirakan proses uji laboratorium baru akan diketahui pada lima hari setelah pengujian.“Kami sengaja mengambil ulang sampling air karena air sampel yang sebelumnya diambil bercampur dengan zat lain karena diambil dengan botol bekas minuman,” katanya.

Hafis mengatakan bahwa berdasarkan obrolan dengan petugas dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten, gas yang terkandung dalam air mancur ini tidak berbahaya. Gas ini juga tidak bisa dimanfaatkan untuk gas rumah tangga karena masih muda. Begitu juga kandungan minyak yang ada dalam air masih muda.“Istilah orang distamben gas ini terperangkap di bebatuan muda. Mungkin butuh waktu ratusan tahun lagi sampai bisa menjadi gas atau minyak yang bisa diolah,” katanya.

Manager Teknis UPT Laboratorium Lingkungan pada DLH Kota Serang Hilfi Ramanitia didampingi Eka Meliawati analis mengatakan bahwa kemarin uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui kadar oksidan (hasil reaksi kimia) dalam air.

Dengan menggunakan kalium dikromat dan asam sulvat lalu melalui proses pembakaran maka akan diketahui kadar oksidan dalam air sampel yang diambil tersebut.“Kita menghitung kimia yang terlarut dalam air. Kalau cod (oksidan) tinggi berarti oksidannya tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan seorang warga di Kampung Tamiang, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mengebor air bawah tanah. Yang terjadi kemudian air memancar dengan kekuatan besar. Ketinggian air bahkan disebut mencapai 15 meter dari permukaan tanah. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook