KONI Banten Minta Rp122 M untuk PON Papua

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:19:29 WIB   |  dibaca: 202 kali
KONI Banten Minta Rp122 M untuk PON Papua

BUTUH BIAYA BESAR : Jajaran pengurus KONI Banten berfoto dengan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah usai pertemuan membahas dana untuk PON Papua 2020, Selasa (13/8).

SERANG, BANTEN RAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten mengadakan audensi dengan DPRD Banten terkait permasalahan pendanaan untuk berangkat mengikuti PON Papua 2020 mendatang. Dalam audensi ini, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo meminta dan mengajukan dana hibah kepada pemerintah tahun 2020 sebesar Rp 122 miliar.

Dana besar ini diajukan lantaran kebutuhan kontingen Banten untuk berlaga di PON Papua cukup tinggi mengingat Papua merupakan provinsi terjauh di wilayah timur. Untuk ke Papua, butuh ongkos pesawat dan transportasi yang tinggi, penginapan yang cukup mahal dan biaya hidup yang terbilang tinggi.

Sebagai gambaran untuk tiket berangkat dan pulang dari Jakarta saat ini kisaran Rp 10 juta untuk 1 orang. Sementara untuk makan standar misalnya nasi ditambah sayur dan ayam dan teh manis kisaran di angka Rp 50 ribu, sementara untuk rental mobil untuk Toyota Avanza kisaran Rp 600 ribu per hari tidak termasuk bensin. Sementara penginapan kelas bintang 3 di Papua berkisar antara Rp 1 hingga Rp 2 juta per malam.  

Dalam paparannya kepada Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah, Rumiah Kartoredjo menuturkan, untuk saat ini atlet Banten ada beberapa cabang yang telah lolos ke Papua misalnya wushu, atletik, basket, dan olahraga lainnya. Banten sendiri menetapkan aturan atlet yang berangkat ke PON Papua harus berada di posisi 3 besar saat kualifikasi PON.

Kemungkinan kuota atlet yang lolos ke Papua akan bertambah mengingat Banten masih mengikuti cabang olahraga lainnya. “Pengajuan dana sebesar Rp122 miliar ini untuk berbagai keperluan yakni keberangkatan ke Papua, biaya hidup atlet yang berlaga,  bonus atlet, program PJP serta lainnya. Kami berharap anggaran ini disetujui dan terus diperjuangkan,” katanya.  
Rumiah berharap Pemprov Banten menyetujui anggaran yang diajukan tersebut. Pada PON Papua 2020, KONI Banten mengusung target masuk sepuluh besar seperti yang diamanatkan oleh Pemprov Banten. "Pengajuan untuk program PON 2020 ini semoga bisa disepakati oleh pemerintah. Karena itu juga akan membawa nama baik Provinsi.

PON Papua sangat berbeda dengan PON Jabar, di Papua semua sudah harus menggunakan pesawat. Persiapan kita harus matang. Masyarakat berharap prestasi kita lebih baik, ini tentunya harus mendapat dukungan yang baik juga dari pemerintah," ungkap Rumiah.

Menanggapi hal ini Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah berjanji akan memperjuangkan permintaan dari KONI Banten. Asep mengaku pihak yang memiliki kewenangan hak budget di DPRD Banten pasti akan memperjuangkan terkait kebutuhan anggaran KONI Banten untuk bersiap ke PON Papua.“Pasti diperjuangkan, kami dari badan anggaran khususnya DPRD Banten yang memiliki hak budget.

Jika ternyata tidak disepakati oleh eksekutif sesuai dengan pengajuan yang diusulkan KONI sebesar Rp 120 atau minimal Rp 100 miliar, kami sarankan kontingen Banten tidak perlu berangkat ke Papua dari pada nanti hasil tidak maksimal,” tegas Asep.   

Ia menambahkan, kebutuhan untuk Papua memang tidak murah. Namun atlet olahraga Banten adalah duta prestasi yang bisa mengharumkan nama Banten jadi wajib diperjuangkan. “Semoga target 10 besar yang dicanangkan bisa terwujud dan Banten lebih berprestasi dibandingkan PON Jawa Barat 2016 lalu,” tutup dia. (basyar /hendra/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook