Manusia Bertopeng Bantai Satu Keluarga

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:23:03 WIB   |  dibaca: 977 kali
Manusia Bertopeng Bantai Satu Keluarga

Terjunkan Anjing Pelacak : Petugas K-9 Polda Banten bersama anjing pelacak menyisir areal rumah korban pembunuhan ayah dan anak di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa (13/8).

SERANG, BANTEN RAYA - Satu keluarga di Kampung Gegenang, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang dibantai dua manusia bertopeng misterius. Dua orang tewas yakni Rustadi (33), dan Alwi, anaknya yang berumur 4 tahun. Sedangkan istri korban, Siti Sadiyah (24) kritis.

Asgari (50) adalah orang yang pertama kali mengetahui kejadian mengenaskan tersebut. Ia datang ke rumah Rustadi untuk membawa alat kerja bangunan. "Sekitar jam 8.30 saya masuk ke rumah korban, kondisi pintu sudah terbuka. Saya masuk kedalam mengambil alat kerja bangunan dan membawanya keluar rumah.

Saat masuk lagi ke dalam ada bau amis, saat di cek, sudah banyak darah dan ketiganya tergeletak di ruang tengah dan saya langsung pingsan," kata Asgari yang juga paman korban ketika ditemui di Mapolsek Waringinkurung, Selasa (13/8).

Saksi lainnya, Apriadi (32) mengatakan, saat ditemukan, Siti Sadiyah masih sempat meminta pertolongan dengan melambaikan tangan kepada warga yang berdatangan ke lokasi kejadian. "Saya sudah agak ramai, diduga pelakunya dua orang pakai topeng kata istrinya," tutur Apriadi.

Sepupu korban, Sajidan (33) mengaku masih melihat korban Rustadi kumpul bersama warga lain sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (12/8). Sebab tepat di rumah korban tengah ada pembangunan rumah yang dikerjakan oleh korban. "Semalam itu masih kumpul-kumpul, sampai jam 8 malem. Kita sekeluarga kaget, tahu pagi ada pembunuhan," katanya.

Menurut Sajidan, keluarga korban tidak pernah berselisih dengan warga lain di Kampung Gegeneng. Apalagi Rustadi, sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dan tukang bangunan. "Sama sekali nggak nyangka, ngelihat keadaan begitu. Korban di tengah masyarakat juga aktif, masih muda juga," ujar Sajidan.

Pantauan Banten Raya, sekitar pukul 09.48, rumah korban sudah dipasangi garis polisi. Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti, sedangkan korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang dan korban selamat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggungrawi, Kota Cilegon.

Polisi kemudian mengumpulkan barang bukti berupa kasus yang sudah berlumuran darah, bantal, seprai, tas, handphone. Untuk melacak keberadaan pelaku, polisi menurunkan anjing pelacak, namun hasilnya nihil.

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan pembantaian satu keluarga itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. "Diduga ini pembantaian satu keluarga. Si bapak dan anak sudah meninggal, sedangkan si ibu kritis.

Untuk si bapak mengalami luka tusukan di bagian kepalanya, ada sekitar 3 tusukan, si anak tidak ada luka atau sayatan benda tajam, kemungkinan anak meninggal akibat benda tumpul atau bantingan. Sedangkan si ibu luka di bagian belakang, pipi dan bawah dagu," katanya.

Ivan menambahkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif pembantaian satu keluarga tersebut. Namun diduga kuat, bukan karena perampokan, sebab barang berharga korban masih utuh berada di rumah korban. "Ini masih kita dalami apakah murni perampokan atau pembunuhan, tim identifikasi sedang olah TKP meminta keterangan keluarga apakah ada barang-barang keluarga yang hilang," tambahnya.

Disinggung soal dua orang bertopeng, Ivan tidak menyanggah informasi tersebut. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman, apalagi saksi kunci yang juga istri korban masih dalam perawatan rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan."Kabar burungnya seperti itu," katanya.

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi mengatakan dari hasil keterangan yang diperoleh Siti Sadiyah di rumah sakit, pelaku berjumlah dua orang dengan menggunakan topeng. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.00, saat itu pintu rumah korban masih terbuka. “Istrinya sempat wawancara sedikit menyampaikan bahwa pelaku mengetuk pintu depan, sudah menggunakan penurup muka atau topeng.  Korban langsung dihajar mengenai bibir korban, langsung pakai pisau,” katanya.

Menurut Firman, suami korban sempat melakukan perlawanan kepada kedua pelaku dengan tangan kosong. Namun Rustadi tumbang setelah lehernya dicekik dan bagian kepalanya ditusuk menggunakan senjata tajam. Bahkan, korban Rustandi sempat mengeluarkan kotoran yang berceceran di lokasi kejadian.“Sempat terjadi perkelahian, di situ ada kotoran manusia itu milik suaminya. Mungkin sempat dicekik, kalau orang dicekik atau gantung diri itu biasanya mengeluarkan kotoran,” ujarnya.

Firman mengatakan, jika dilihat dari kronologis kejadian, kasus pembantaian satu keluarga itu bukanlah perampokan, tapi pembunuhan berencana. Saat ini, pihaknya tengah melakukan uji laboratorium atas temuan bercak darah yang diduga darah pelaku. “Sudah dipastikan ini pembunuhan berencana. Maksimal bisa seumur hidup,” tegasnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook