Desain Blended Learning Diperlukan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 15 Agustus 2019 - 14:17:48 WIB   |  dibaca: 90372 kali
Desain Blended Learning Diperlukan

WORKSHOP: Salah seorang pembicara sedang menyampaikan materinya mengenai desain blended learning yang digelar Pascasarjana Untirta, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA-Program Studi (Prodi) Magister Pembelajaran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Bahan Ajar dan Pembelajaran Berbasis ICT, di Gedung C Pascasarjana Untirta kampus Pakupatan Serang.

Rektor Untirta, Sholeh Hidayat dalam sambutannya mengatakan, Perguruan Tinggi memerlukan konstruksi pembelajaran dengan pendekatan dan desain blended learning. Pembelajaran yang mengkombinasikan berbagai sumber, media, bahan, metode belajar dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.

Menurutnya, pembelajaran memerlukan konstruksi pembelajaran dengan memberikan otonomi ke mahasiswa, sehingga mewujudkan perilaku inkuiri pada mahasiswa. Desain blended learning pada Perguruan Tinggi diharapkan dapat menghilangkan hambatan dalam menciptakan, dan mempertahankan komunitas inkuiri mahasiswa di Perguruan Tinggi.

"Untirta pada tahun ini mendorong seluruh dosen dengan tahapan-tahapan yang telah didesain untuk menerapkan system blended learning, yang mengharuskan dosen untuk terus berinovasi dalam pembelajaran untuk terus menerus membangun lingkungan belajar yang nyaman. Sehingga mampu memperoleh capaian pembelajaran yang lebih tinggi dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)," kata Rektor Untirta, kemarin.

Perkembangan teknologi dan digital yang sangat cepat, lanjutnya, memberikan pengaruh kepada perkembangan teknologi pembelajaran. Salah satunya perkembangan layanan pembelajaran. Pebelajar sebagai pengelola belajar memerlukan dukungan sumber belajar, sehingga era ini disebut Era Blended Learning Di Perguruan Tinggi."Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana di Untirta juga memberikan kesempatan blended learning sebagai pilihan pebelajar atau mahasiswa," ucapnya.

Senada disampaikan Suherman, Direktur Pascasarjana Untirta mengatakan, dosen diberikan kesempatan menggunakan sistem, pelatihan untuk menyusun materi perkuliahan dan modul pembelajaran."Pascasarjana telah memfasilitasi Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi di lingkungan Pascasarjana untuk pelatihan daring bekerjasama dengan LP3M Untirta," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Luluk Asmawati, Ketua Program Studi Teknologi Pembelajaran menjelaskan, wujud komitmen Program Studi Teknologi Pembelajaran tentang Peraturan Rektor Untirta Nomor 2 Tahun 2019 Pelaksanaan Perkuliahan Blended Learning Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020 di Untirta, sebagai dasar hukum Pembelajaran Daring dengan syarat dilakukan melalui; sistem pembelajaran daring Untirta; tercantum dalam rencana pembelajaran semester yang dimoderatori oleh teknologi. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook