Kampung KB untuk Kontrol Angka Kelahiran

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 16 Agustus 2019 - 13:07:08 WIB   |  dibaca: 55 kali
 Kampung KB untuk Kontrol Angka Kelahiran

SAMBUTAN: Walikota Syafrudin sambutan pada sosialisasi Kampung KB, di Hotel Mahadria, Kamis (15/8).

SERANG, BANTEN RAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar sosialisasi Kampung Keluarga Berencana (KB) di Hotel Mahadria, Alun-alun, Kota Serang, Kamis (15/8) pagi sekitar pukul 09.00. Sosialisasi itu untuk mengatur angka kelahiran bayi.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian Kota Serang, terhadap kelahiran bayi. Karena kelahiran bayi yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penurunan kualitas pertumbuhan."Jangan sampai umpamanya pada tahun 2019 ini lahiran, pada 2020 sudah lahiran lagi. Harus diatur. Jangan sampai keduanya masih menyusui," ujar Syafrudin kepada wartawan, usai membuka acara tersebut.

Ia menjelaskan, keberadaan Kampung KB ini bukan untuk membatasi masyarakat memiliki anak, akan tetapi Kampung KB ini memiliki tujuan untuk peningkatan kualitas, serta menjaga kesehatan ibu dan bayi.

"Jadi ini hanya penekanan untuk mengatur kelahiran saja. Kalau umpanya anak sudah berumur 3 atau 4 tahun, sudah lepas dari menyusui, boleh untuk mengandung anak lagi. Karena kalau berdekatan, kasian ibunya, dan juga anaknya tidak sehat," jelas dia.

Syafrudin juga mengungkapkan, Kampung KB merupakan program kolektif yang melibatkan Pemkot Serang, dan pemerintah pusat."Kampung KB ini bukan hanya program pemerintah daerah saja, akan tetapi juga dari kementerian atau pusat," terangnya.

Ia menyebutkan, kriteria Kampung KB di antaranya pemukiman padat penduduk, tertinggal, dan terpencil. “Artinya kalau kampungnya bersih, penduduknya tidak semrawut, angka kelahiran juga diatur. Berarti ini menuju masyarakat yang sejahtera,” sebut Syafrudin.

Kepala DP3AKB Kota Serang Toyalis, mengatakan, untuk menyukseskan program Kampung KB, Pemkot Serang mendapatkan kucuran dana dari pusat sebesar Rp 1,2 miliar per tahun, dan dibagi untuk 7 Kampung KB yang ada di Kota Serang."Anggaran dari pusat itu untuk memenuhi kebutuhan di Kampung KB, misalnya ada lemari arsip, alat peraga untuk BKB, untuk remaja, untuk lansia. Itu yang disuplai dari APBN," ujar Toyalis.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, lanjut dia, juga dilakukan evaluasi atas program Kampung KB. Evaluasi tersebut dalam rangka meningkatkan sinergitas antar OPD, dalam menyukseskan program tersebut."Jangan sampai ketika kita buat Pokja Kampung KB ini, ternyata yang bekerja hanya DP3AKB. Kita coba nanti melakukan sinergitas dengan OPD lain, seperti dindik misalnya dalam hal pendidikan," katanya.

Toyalis menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi atas kinerja sosialisasi yang dilakukan. Hal tersebut agar 8 fungsi keluarga yang dicanangkan oleh DP3AKB, dapat tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat."Mungkin sebelum-sebelumnya kami hanya melakukan sosialisasi kepada kader, tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW. Nanti ke depannya dapat lebih baik lagi," jelasnya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook