200 Ribu Napi Nari Kolosal, Pecahkan Rekor MURI

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 16 Agustus 2019 - 13:31:48 WIB   |  dibaca: 316 kali
200 Ribu Napi Nari Kolosal, Pecahkan Rekor MURI

MEMUKAU : Ratusan ribu narapidana dan petugas Rutan/ Lapas mengikuti tari kolosal menyambut HUT ke 74 Kemerdekaan RI di Rutan Jambe, Kamis (15/8).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI), ratusan Narapidana (Napi) Rutas Kelas I Tangerang turut berpartisipasi memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Dunia untuk kategori Tarian Kolosal. Acara yang diikuti 200 warga binaan dan 50 petugas Lapas tersebut berlangsung di area Rutan Kelas I Tangerang atau populer disebut Rutan Jambe, Kamis (15/8).

Plh Kepala Rutan Jambe, Waskito menjelaskan, kegiatan pemecahan rekor MURI ini untuk mengisi HUT Kemerdekaan dengan bertajuk Indonesia Bekerja Indonesia Jaya. “Hari ini sebanyak 200 ribu petugas dan warga binaan lapas dan rutan di seluruh Indonesia turut serta dalan pemecahan rekor Muri Tarian Kolosal Indonesia Bekerja Indonesia Jaya, di lapas kelas I Tanggerang,” katanya Waskito.

Dalam pemecahan rekor tersebut, ratusan orang warga binaan dan petugas di Rutan Jambe mengikuti acara tersebut. “Perlu diketahui, setengah napi diantaranya adalah terpidana kasus narkoba,” tutupnya.Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjen Pas), Sri Puguh Budi Utami menyatakan, tari kolosal Indonesia Bekerja Indonesia Jaya ini dibawakan oleh narapidana pria dan wanita se Indonesia."Kami ingin memberikan kenangan manis dengan mengikutsertakan seluruh warga binaan dalam kegiatan ini di seluruh lapas di Indonesia," kata Sri Puguh, di Lapas Kelas I Tangerang.

Pemecahan rekor Muri ini, kata Sri, merupakan ajang sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di dalam lapas berjalan dengan baik. "Kegiatan ini merupakan publikasi sebagian kecil dari hasil pembinaan kepribadian, dan juga ingin mensosialisasikan apa saja yang sudah dilakukan warga binaan, di dalam lembaga pemasyarakatan," ungkapnya.

Dalam tarian kolosal itu, para narapidana menggunakan pakaian merah dan putih dengan bawahan bebas. Tarian itu diiringi musik ciptaan Sri Puguh yang juga berjudul Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya. “Selama proses menari, para narapidana ini dibantu oleh pemandu tari. Gerakan mereka pun terlihat cukup kompak,” tutupnya.

Zaki, salah seorang warga binaan, mengaku senang para narapidana dilibatkan dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 74 dengan melakukam tari kolosal ini. "Tidak sulit sih. Cuma beberapa gerakan ada yang lupa. Tapi kan ada instrukturnya di depan. Jadi gak salah-salah banget. Acaranya cukup bagus, untuk meningkatkan keharmonisan di dalam lapas," singkatnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook