Tiga Negara Tertarik Investasi di Tanjung Lesung

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 19 Agustus 2019 - 13:25:30 WIB   |  dibaca: 192 kali
Tiga Negara Tertarik Investasi di Tanjung Lesung

JUMPA PERS : Bupati Irna Narulita (tengah), Presiden Direktur PT BWJ Poernomo Siswoprasetijo, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati memaparkan acara kejuaraan Rhino Cross Triathlon dan Rhino Mountain Bike Cross Country Marathon tahun 2019 di Tanjung Lesung, Sabtu (18/8).

PANIMBANG, BANTEN RAYA - Tiga investor luar negeri tertarik untuk menanamkan modalnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Ketiga perusahaan besar ini adalah China, Jepang, dan Australia.

Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola KEK Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, beberapa investor luar negeri yang akan menanamkan modalnya tersebut berniat untuk mengembangkan sektor pariwisata.

"Investor yang tertarik untuk bisa mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung, seperti dari China, Jepang, dan Australia karena mereka melihat Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama," kata Poernomo, ditemui usai acara kejuaraan Rhino Cross Triathlon dan Rhino Mountain Bike Cross Country Marathon tahun 2019 di Tanjung Lesung, Sabtu (17/8).

Menurutnya, saat ini banyak wisatawan asal China yang mencari kawasan wisata pantai yang lebih memiliki ketenangan, seperti Tanjung Lesung. "Kalau di Bali dan Lombok itu kan sudah terlalu ramai, mereka ingin mencari wisata pantai yang lebih tenang dan berkembang, sehingga mereka bisa tinggal lebih lama lagi.

Apalagi, dalam special economic soon bahwa memperbolehkan investor luar negeri bisa memiliki atau membeli lahan properti dengan namanya sendiri, dan mereka bisa dapat izin tinggal sampai 5 tahun, serta ada insentif juga. Nah, ini menarik untuk mereka," ujarnya.

Diterangkannya, untuk memberikan keamanan bagi para wisatawan, BWJ telah mengandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan jaminan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin berwisata dan beraktivitas di KEK Tanjung Lesung. "Tentunya kami megapresiasi kepada BMKG dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang secara konsisten memberikan perhatian khusus terhadap sektor pariwisata Banten khususnya di Tanjung Lesung," terangnya.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah fokus membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu hingga memulihkan kondisi pariwisata melalui beberapa event, salah satunya kejuaraan Rhino Cross Triathlon 2019. "Event itu tentunya mengundang banyak wisatawan datang ke Tanjung Lesung. Dengan begitu, para investor akan melihat dan tertarik untuk mengembangkan sarana akomodasinya seperti term park, dan infrastrukturnya. Nah ini yang coba kita garap bersama-sama," jelasnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyambut baik event Rhino Cross Triathlon 2019. Menurutnya, event tahunan tersebut dapat mendongkrak pariwisata di Kabupaten Pandeglang pasca bencana tsunami. "Ini event besar yang akan mendongkrak pariwisata dan kunjungan wisatawan mancanegara ke Pandeglang wabil khusus Tanjung Lesung," katanya.

Irna menilai, pasca bencana tsunami sektor pariwisata di Pandeglang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Irna berharap, event yang dilaksanakan mampu memacu lebih cepat pemulihan sektor pariwisata di Pandeglang. "Event ini bukan wisata olahraga sembarangan, tentunya ada misi lainnya yaitu menjadikan daya tarik wisatawan Tanjung Lesung.

Event kejuaraan Rhino Cross Triathlon ini sangat menguntungkan bagi dunia pariwisata, karena banyak dari peserta yang ikut dalam kejuaraan ini berasal dari berbagai belahan dunia," paparnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook