Pemkab Tetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 19 Agustus 2019 - 15:51:07 WIB   |  dibaca: 210 kali
Pemkab Tetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Sejumlah anak kecil bermain sepak bola diarea sawah di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang mengering, Sabtu (17/8).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menetapkan status siaga untuk bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Tangerang. Status tersebut rencananya akan terus meningkat hingga diawal September mendatang, dengan persyaratan kekeringan di Kabupaten Tangerang masih terus terjadi.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Agus Suryana mengatakan, bila Pemkab Tangerang sudah menetapkan status siaga bencana kekeringan di wilayah itu, status itu dalam interval kurun waktu 10 hari kedepan akan meningkat menjadi siaga 1 kekeringan. Kemungkinan besar di awal September nanti Pemkab akan menaikan status siaga tersebut menjadi status tanggap darurat.

“Kalau nanti di September masih kekeringan juga Pemkab Tangerang akan menetapkan status tanggap darurat,karena dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kan sampai September nanti masih musim kemarau,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (17/8).

Agus menjelaskan, bila saat ini status siaga sudah memasuki hari ke empat dan dalam tiga hari kedepan status itu menjadi siaga 1, hal itu berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang. Kata Agus, sebab ada 7.000 hektar area persawahan yang sudah terdampak kekeringan di tahun ini.

“Mungkin bisa bertambah lagi, kalau kita domain untuk penanggulangan itu dari penetapan status siaga dari Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Secara otomatis BPBD juga menetapkan status siaga, hanya kita terbagi dalam beberapa stakeholder lainnya dikarenakan wilayah Kabupaten Tangerang yang luas,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, untuk distribusi air bersih ke masyarakat di wilayah ada dua instansi yang akan menyalurkannya yaitu BPBD dan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR). BPBD sendiri memasok air untuk wilayah selatan dan tengah, sementara untuk PDAM itu di wilayah utara (pantura).

“Kalau pengairan itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah bikin, sumur pantek kemarin itu. Tetapi belum keluar air juga katanya sudah ngebor sedalam 60 meter lebih, di utara yang paling parah mah. Kita  dan PDAM hanya fokus air bersih, selain itu juga di musim kemarau ini banyak hewan ular yang muncul ke permukiman warga di Kecamatan Legok,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook