109 Napi Bebas di Hari Kemerdekaan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 19 Agustus 2019 - 16:03:28 WIB   |  dibaca: 164 kali
109 Napi Bebas di Hari Kemerdekaan

SUJUD SYUKUR : Terpidana di Lapas Klas IIB Serang melakukan sujud syukur atas kebebasannya setelah mendapat remisi, Sabtu (17/8).

SERANG, BANTEN RAYA - Sebanyak 5.669 narapidana dari 11.321 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Banten mendapatkan remisi dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8). Dari jumlah itu, sebanyak 109 narapidana di antaranya langsung menghirup udara bebas.

Adapun rincian dari masing-masing lapas dan rutan yaitu, Lapas Klas I Tangerang sebanyak 1.187 narapidana, Lapas Klas IIA Pemuda Tangerang sebanyak 1.389 narapidana, Lapas Klas IIA Wanita Tangerang sebanyak 229 narapidana, LPKA Klas I Tangerang sebayak 109 narapidana, Lapas Klas IIB Anak Wanita Tangerang sebanyak 308 narapidana.

Selanjutnya, Lapas Klas IIA Serang sebanyak 503 narapidana, Lapas Kalas III Cilegon sebanyak 724 narapidana, Rutan Klas I Tangerang 846 narapidana, Rutan Klas IIB Serang sebanyak 167 narapidana, Rutan Klas IIB Pandeglang sebanyak 90 narapidana dan Rutan Klas IIB Rangkasbitung sebanyak 118 narapidana.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Banten Imam Suyudi mengatakan, dari jumlah 5.669 narapidana di Rutan dan Lapas di Banten menerima remisi, sebanyak 1.691 merupakan narapidana khusus seperti korupsi, narkoba, illegal trafficking dan pencucian uang.

"Paling banyak remisi diberikan pada narapidana narkotika sebanyak 1.623 orang. Khusus untuk narapidana terorisme yang ditahan di Banten, Kemenkumham tidak memberikan remisi," katanya di Lapas Klas IIB Serang.

Menurut Imam, pada pemberian remisi dalam rangka peringatan HUT RI ke-74, sebanyak 109 narapidana di wilayah Banten langsung menghirup udara bebas. Bahkan, ratusan warga binaan yang bebas pada tahun ini menerima uang transport sebesar Rp200 ribu, bantuan dari Pemprov Banten. "Itu sebagai bentuk penghormatan negara memberikan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), agar WBP itu bisa menyadari kesalahannya," ujarnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar mengatakan, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap narapidana yang mendapatkan remisi bebas pada hari kemerdekaan, Pemprov Banten memberikan uang ala kadarnya untuk transport pulang ke keluarganya.

Ditempat yang sama, terpidana kasus pencurian, Ramadona mengaku kaget bisa menghirup udara bebas bertepatan dengan HUT RI setelah 3,5 tahun menjadi penguni Lapas Klas IIB Serang. "Semalam (Jumat, 16/8) saya dipanggil, saya kira ada apa. Taunya saya di suruh pulang hari ini (17 Agustus). Jelas kaget dan bahagia, seharusnya bulan 12 ini baru keluar," kata pria asal Palembang yang biasa dipanggil Rama.

Rama mengungkapkan setelah menghirup udara bebas, dirinya akan kembali menjalani hidup normal seperti masyarakat biasa dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Bahkan selama di dalam Lapas, hingga kini keluarga tidak ada yang mengetahuinya.

"Malu saya sama keluarga, waktu itu saya nekat melakukan 363 (pasal pencurian) karena kebutuhan ekonomi. Saya divonis 4,5 tahun oleh pengadilan. Tapi selama 3,5 tahun di sini keluarga nggak ada yang tau," ungkapnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook