Desa Sirnagalih Bebas Dolbon

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 22 Agustus 2019 - 15:09:25 WIB   |  dibaca: 100 kali
Desa Sirnagalih Bebas Dolbon

CINTA BERSIH: Kepala Desa Sirnagalih (kanan) dan pihak terkait menunjukkan plakat usai deklarasi desa bebas dolbon, Rabu (21/8).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Desa Sirnagalih, Kecamatan Mandalawangi, mendeklarasikan sebagai desa bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau doblon.Pasalnya dalam setahun terakhir, warga bersama aparat Pemerintah Desa Sirnagalih, Pemerintah Kecamatan Mandalawangi, Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCI), dan PT Epiroc Shouthern Asia bersinergi menyelesaikan program water for all yang menyediakan sarana dan prasana air bersih dan sanitasi di 211 rumah di Kampung Lebak Muncang, Sirnagalih, Pasir, dan Kampung Tapos.

"Kami warga Desa Sirnagalih mendeklarasikan sebagai desa bebas dari buang air besar sembarangan (BABS) dan ini akan diawasi oleh pihak terkait. Jika ditemukan warga yang BABS, maka akan diberikan teguran secara lisan, tertulis ataupun denda sesuai kesepakatan bersama," ujar Kepala Desa Sirnagalih, Tb Arya Manduraja saat membacakan deklarasi bersama perwakilan warga di Kampung Lebak Muncang, Desa Sirnagalih, Kecamatan Mandalawangi, Rabu (22/8) siang.

Camat Mandalawangi, Entus Bakti mengungkapkan, rasa terima kasih kepada PT Epiroc dan Yayasan PCI. Dalam kegiatan ini berhasil terbangun 43 water closet (WC) di 211 sambungan rumah. Ia menilai, program ini bisa terlaksana karena kekompakan semua elemen masyarakat. Menurutnya, daerah bisa maju karena adanya partisipatif seluruh elemen masyarakat dan itu terjadi di Desa Sirnagalih.

"Ke depan persediaan air akan berkurang karena tumbuh kembangnya manusia. Maka dengan program ini diharapkan akan membantu penyediaan air bersih secara berkelanjutan dan mewujudkan lingkungan yang sehat dengan ODF (Open Defecation Free-red)," tukasnya.

Dikatakannya di pemerintah daerah, program sarana air bersih itu banyak dan yang perlu belajar ke YPCI adalah mengenai program pendampingan. Melalui pendampingan dinilai mampu menyelesaikan seluruh masalah, baik sanitasi maupun penyediaan air bersih. Dalam menyukseskan program tersebut, kata camat, di wilayahnya terdapat Sekolah Sanitasi Indonesia dan Tentara KW (Khusus WC).

"Masyarakat Desa Sirnagalih itu sangat luar biasa, tinggal bagaimana menyinergikan semua elemen itu untuk menjadi kekuatan. Kami ingin ada percepatan pembangunan di Mandalawangi. Aspeknya dua, pariwisata dan pertanian. Saya yakin pemicunya sudah ada dan tinggal bagaimana kita mendorongnya," sambungnya.

Di tempat yang sama, Direktur YPCI, Agustini mengatakan, semua ini adalah kerja cerdas bersama. Karena dalam satu tahun ini Desa Sirnagalih sudah bisa ODF.  "Ini bukan karena YPCI, tapi karena sumbangsih semua elemen masyarakat," ucap Agustini.

Menurut dia, fenomena BABS merupakan masalah di banyak kabupaten dan kota di Indonesia. Dari lebih 500 kabupaten dan kota se-Indonesia, baru 47 kabupaten dan kota yang sudah ODF. Kemudian di Desa Sirnagalih, terdapat empat kampung yang sudah ODF dan itu perlu pengawasan bersama.

"Pengalaman kita bikin jamban di sini (Desa Sirnagalih- red) tidak sampai Rp 1 juta. Dana itu swadaya masyarakat dan sedikit kredit sanitasi dari desa. Kita hanya bantu sedikit di percetakan kloset," terangnya.

Kasubid Pengembangan Wilayah dan Permukinan Bidang Fisik dan Sarana Bappeda Pandeglang, Tri Susilawati yang mewakili Kepala Bappeda Pandeglang, Kurnia Satriawan menjelaskan, sarana air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. "Kegiatan-kegiatan seperti ini ada di Perkim, namun kita juga membutuhkan mitra, seperti yang dilakukan di Desa Sirnagalih dan kami harap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan.” (muhaemin/budi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook