Muncul TPSA Ilegal di Bagendung

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:27:53 WIB   |  dibaca: 74 kali
Muncul TPSA Ilegal di Bagendung

TPSA ILEGAL : Pengendara motor melintasi salah satu TPSA Ilegal di Lingkungan Sambi Buhut, Jumat (23/8).

CILEGON, BANTEN RAYA – Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung masih ditutup untuk pengelola sampah swasta. Pasalnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kota Cilegon masih melakukan proses pendinginan. Atas ditutupnya TPSA, mengakibatkan munculnya 2 TPSA ilegal di Kelurahan Bagendung.

Ketua RT 03, Lingkungan Sambi Buhut, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Mastuni menyatakan, saat ini sedikitnya ada 2 tempat pembuangan sampah baru di wilayahnya, yaitu di Lingkungan Larangan dan Sambi Buhut.

Hal itu, karena pengelola sampah swasta membuangnya di salah satu lahan milik warga yang sengaja disewa untuk membuang sampah.“Ada lahan milik warga yang sengaja disewa. Ini tidak jelas karena seharusnya TPSA itu tetap satu, sekarang malah muncul TPSA lagi,” katanya kepada Banten Raya, Jumat (23/8).

Mastuni menyatakan, pihaknya berharap Dinas Lingkungan Hidup untuk bisa menindak tegas adanya pembuangan sampah ilegal tersebut. Sebab, hal itu akan menjadi permasalahan baru jika dibiarkan.“Masa tempat kami (wilayah Kelurahan Bagendung-red) semuanya jadi tempat pembuangan sampah. Ini masalahnya bau dan lalat juga bisa lebih banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RW 09, Lingkungan Curug, Saiful Maarif menjelaskan, dengan bertambahnya 2 TPSA ilegal, maka total ada 4 TPSA di wilayahnya. Sebab, selain TPSA resmi, sebelumnya ada juga TPSA milik pengelola swasta yang mengambil sampah dari perumahan-perumahan.

Namun, sampai sekarang DLH Kota Cilegon tidak pernah menindak tegas.“Sekarang ada 2 yang baru, tadinya juga sudah ada 2 TPSA. Ini DLH Kota Cilegon lalai dan tidak ada tindakan tegas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis TPSA Bagendung, Dedi Iswanto menyatakan, kurang lebih ada 600 kubik sampah per hari di buang ke TPSA Bagendung, 400 kubik itu sampah yang dikelola oleh DLH Kota Cilegon dan 200 kubik itu oleh swasta. Namun, sudah 3 pekan usai kebakaran pada Sabtu (2/8) petang pengelola sampah swasta belum diperbolehkan membuang di TPSA Bagendung.

“Sampai sekarang belum kami buka. Sebab, masih proses pendinginan. Kalau itu (TPSA Ilegal-red) nanti kami akan sampaikan kepada DLH Kota Cilegon, sehingga nantinya ada tindakan,” imbuhnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook