Air Sungai Cibanten Diuji Kelayakan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 24 Agustus 2019 - 12:25:26 WIB   |  dibaca: 197 kali
Air Sungai Cibanten Diuji Kelayakan

DIDUGA TERCEMAR : Petugas mengambil sampel air di Sungai Cibanten, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (23/8).

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang melakukan uji sampel air Sungai Cibanten di tiga titik di Kota Serang, Jumat (23/8). Tiga titik itu yakni di Bendung Gelam, Kaujon, dan di bawah Jembatan Pasar Lama. Tujuan pengambilan sampel air sungai itu untuk mengetahui kondisi kadar air Sungai Cibanten.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Hafis Rahman mengatakan, ada delapan parameter yang diukur dalam sampel itu di antaranya COD (jumlah oksigen air sungai), BOD (kebutuhan oksigen biologis), TDS (padatan terlarut), DO (oksigen terlarut), dan PH (kandungan asam). Pada umumnya, kata Hafis, COD, BOD, dan DO itu sering mengalami perubahan, akibat adanya kontaminasi dari Sungai Cibanten.

“Kita menduga hal itu terjadi akibat adanya saluran pembuangan air atau limbah cair dari warga maupun aktivitas-aktivitas warga yang ada di bantaran Sungai Cibanten. Ya jadi kita melihat parameter-parameter kadar airnya. Apakah layak atau tidak baik dikonsumsi untuk air baku minum atau sebagai kegiatan aktivitas sehari-hari warga,” kata Hafis, kepada wartawan, usai mengampil sampel air Sungai Cibanten.

Ia menyebutkan, sampel air untuk parameter TDS untuk melihat kekeruhan air Sungai Cibanten. Untuk sementara secara kasat mata Sungai Cibanten ini perlu adanya penanganan yang sangat serius, serta adanya keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga Sungai Cibanten. “Karena kita ketahui bersama bahwa Sungai Cibanten ini merupakan sungai yang bersejarah di Banten. Banyak histori tapi sekarang nasibnya sekarang sebagai pengalir sampah atau limbah rumah tangga yang ada di sekitaran Sungai Cibanten,” ucap dia.

“Kalau sudah melampaui rata-rata nanti mikroba nanti di dalam air itu tidak akan berjalan atau berfungsi sebagai mana mestinya. Dampaknya itu akan seperti air yang sudah tercemar. Kalau hal-hal tesebut terlampaui berarti harus adanya pemulihan. Iya seperti tadi ikan-ikan tidak ada, hewan-hewan air lainnya pun tidak akan terlihat di Sungai Cibanten ini,” jelasnya.

Hafis menuturkan, untuk pengambilan sampel air Sungai Cibanten biasanya dilakukan dua kali dalam sebulan. Idealnya memang sampel air Sungai Cibanten dilakukan empat kali empat sampling dalam satu bulan.“Iya mengingat kita memanfaatkan atau memaksimalkan pengalokasian dana yang ada. Jadi kita hanya bisa ngambil sampling hanya sebulan dua kali,” katanya.

Hasilnya uji sampel air Sungai Cibanten, masih kata dia, akan diketahui sekitar satu pekan ke depan. “Sekitar lima hari ke depan. Karena ada beberapa parameter yang membutuhkan waktu lima hari untuk ujinya,” akunya.

Hampir senada dikatakan Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto. Menurut dia, tujuan dari pengambilan sampel air Sungai Cibanten untuk mengecek kadar kebersihan air Sungai Cibanten.
“Untuk melihat parameter kadar air Sungai Cibanten. Apakah masih layak atau tidak baik itu dkonsumsi untuk air baku minum atau sebagai kegiatan aktivitas sehari-hari warga. Kalau ternyata hasil samplingnya positif, maka harus Sungai Cibanten ini harus dilakukan pemulihan,” ujar Ipiyanto. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook