Curi 26 Motor, Pecatan TNI Ditembak

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 29 Agustus 2019 - 14:26:10 WIB   |  dibaca: 676 kali
Curi 26 Motor, Pecatan TNI Ditembak

EKSPOSE : Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan memberikan penjelasan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh pecatan TNI di Mapolres Serang, Rabu (28/8).

SERANG, BANTEN RAYA -Gembong pencurian sepeda motor, yang juga pecatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mistaria (32) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat dilakukan penangkapan oleh Satreskrim Polres Serang. Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan sekitar 26 unit kendaraan.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, kasus yang melibatkan pecatan TNI itu terungkap dari kasus pencurian sepeda motor Honda Beat A 3818 FU milik Kamid (47), warga Kampung Darat Sawah, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Korban kehilangan sepeda motor saat sedang mencari ikan di Sungai Ciujung. "Pelaku dua orang, berinisal MS (pecatan TNI) dan MH. Pelaku MH meninggal dunia (diamuk massa)," katanya kepada Banten Raya, di Mapolres Serang, Rabu (28/8).

Indra mengungkapkan kedua pelaku, Mistaria dan Mahmud (26), telah melakukan pencurian kendaraan sepeda motor di sejumlah lokasi yaitu Kecamatan Kibin, Cikande, Kragilan, Bandung, Pamarayan, Pontang, Carenang, Pontang, Cikeusal bahkan Kota Depok. "Dalam setiap aksinya, tersangka membawa senapan angin dengan berpura-pura berburu burung. Sasarannya adalah motor milik warga atau petani yang di parkir di pinggir sungai atau kebun," ungkapnya.

Indra menambahkan, Mistaria ditangkap di rumah kontrakannya di Perumahan Puri Kencana di Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang pada Jumat (23/8). Tersangka dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan peringatan petugas. "Dari tangan tersangka ini, petugas satreskrim berhasil mengamankan barang bukti 29 unit kendaraan bermotor roda dua berbagai jenis, kunci T, gurinda dan tas senapan angin," tambahnya.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan, Polres Serang sudah melakukan komunikasi dengan TNI dan Mistaria sudah dinyatakan tidak lagi sebagai anggota TNI sejak 2017. Mistaria dipecat dari satuannya lantaran melakukan berbagai macam pelanggaran. "MF merupakan desersi TNI AD sejak tahun 2017 dengan pangkat terakhir prajurit kepala (Praka)," jelasnya.

Dalam kasus ini, Indra menegaskan tersangka Mistaria akan dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun kurungan. “Pemilik kendaraan harus lebih meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban pelaku pencurian sepeda motor,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Cikande Kompol Sugeng Pamuji mengatakan, Mahmud, pelaku pencurian yang tewas, mengalami luka parah sempat dilarikan ke Puskesmas Cikande oleh anggota polisi lain. Namun pelaku meninggal dunia dalam perjalanan saat hendak dirujuk ke RSUD Dr Dradjat Prawiranegara."Karena kondisi lukanya parah, pelaku harus dirujuk ke rumah sakit. Tapi saat dalam perjalanan pelaku meninggal dunia," katanya.

Sugeng mengungkapkan, terjadinya aksi kekerasan yang berujung tewasnya pelaku, akibat warga tersulut emosi terhadap pelaku yang berusaha melukai warga dengan cara menabrakkan motor curian. Sedangkan  Mistaria berhasil melarikan diri dengan cara menyeberangi Sungai Ciujung dengan berenang. "Dari pemeriksaan luar, pelaku mendapat luka di sekujur tubuhnya, begitu juga pada bagian kepala terdapat luka terbuka pada kening," tandasnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook