Lahan Parkir RSDP Overkapasitas

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 31 Agustus 2019 - 12:46:26 WIB   |  dibaca: 272 kali
Lahan Parkir RSDP Overkapasitas

MASIH KURANG LUAS : Lahan parkir RSUD Dradjat Prawiranegara yang hanya menampung 150 kendaraan, Jumat (30/8).

SERANG - Lahan parkir di RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang (RSDP) dinilai overkapasitas. Lahan parkir hanya mampu menampung 150 kendaraan roda empat, tidak sebanding dengan kunjungan kendaraan milik tamu dan pasien yang setiap harinya mencapai 400 kendaraan.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSDP Encup Suplikhah tidak menyangkal bahwa lahan parkir RSDP tidak representatif. Lahan parkir hanya cukup untuk 150 mobil. Sementara, pasien yang datang ke RSDP setiap harinya membeludak.

“Parkiran hanya cukup 150 mobil, sementara yang rawat inap setiap harinya 400 pasien, yang rawat jalan sampai 500 pasien,” ungkapnya kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Jalan Rumah Sakit, Kota Serang, Jumat (30/8).

Lantaran itu, kata Encup, pihaknya sempat memberikan kebijakan terhadap karyawan untuk tidak membawa kendaraan pribadi ke RSDP. Namun, kebijakan itu belum menjadi solusi karena kondisi parkir tetap crowded akibat membeludaknya kunjungan pasien.    Pihaknya juga sudah menambah lahan parkir khusus untuk karyawan. Namun, hanya cukup untuk 30 mobil. “Namanya di kota ya, lahannya susah. Kalau mau, harus dibuat gedung bertingkat,” sarannya.

Senada disampaikan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Rumah Tangga RSDP Bagja Saputra. Katanya, kondisi lahan parkir RSDP saat ini tidak normal. Ketersediaan lahan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan milik pegawai maupun pasien. “Mau tidak mau harus dibikin dua atau tiga lantai. Kami masih melakukan kajian apakah nanti yang gedung lantai dua itu di tempat parkir motor atau di mana,” ujarnya.

Diungkapkan Bagja, kebutuhan anggaran untuk membangun tempat parkir dua lantai sebesar Rp30 miliar. Pihaknya sudah pernah menggandeng pihak swasta untuk membangun gedung parkir dua lantai tersebut. Namun, rata-rata pihak swasta banyak yang memilih mundur untuk kerja sama. “Mereka menghitung potensi keuntungannya rendah,” jelasnya. (rbnn)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook