Gunung Santri Dikeruk, Warga Beri Perlawanan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 31 Agustus 2019 - 12:56:56 WIB   |  dibaca: 598 kali
Gunung Santri Dikeruk, Warga Beri Perlawanan

PROTES PENAMBANGAN : Sejumlah warga Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara membentangkan spanduk penolakan pengerukan kaki Gunung Santri, Jumat (30/8).

SERANG, BANTEN RAYA – Warga Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara membentangkan spanduk penolakan terhadap aktivitas pengerukan Gunung Santri di desa mereka. Penolakan dilakukan karena selain aktivitas pengerukan yang diduga tidak memiliki ijin, juga merusak Gunung Santri yang merupakan bagian cagar budaya dan tempat ziarah.

Suherman, salah seorang warga yang turut membentangkan spanduk di lokasi pengerukan atau penambangan mengatakan, pemasangan spanduk sebagai bentuk keseriusan warga dalam menjaga dan melindungi cagar budaya. “Kami akan selalu menjaga dan melindungi situs dan cagar budaya wisata ziarah Gunung Santri,” ujar Suherman, Jumat (30/8).

Ia menjelaskan, apapun alasan yang disampaikan pelaku pengerukan, pihaknya bersama masyarakat Bojonegara akan terus ,emp;al sampai aktivitas tersebut dihentikan. “Bagi kami menjaga dan melindungi Gunung Santri adalah harga mati. Tokoh masyarakat di sini sepakat menolak pengerukan yang dilakukan oleh sesorang yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bojonegara Misnan mengaku pihaknya sedang melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan masyarakat Bojonegara untuk melakukan gerakan penolakan aktivitas pengerukan Gunung Santri. “Insya Allah hari Minggu (2/9) besok kami akan mengadakan konsolidasi untuk melakukan aksi penolakan,” katanya.

Misnan memastikan, mayoritas masyarakat Bojonegara dan sekitarnya menolak pengerukan Gunung Santri yang selama ini menjadi tujuan wisata religi bagi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. “Siapapun yang akan merusak Gunung Santri akan kita lawan, mau tidak mau harus dihentikan. Apakah mungkin pelaku pengerukan Gunung Santri tidak bisa makan kalau tidak merusak Gunung Santri? Ini harus dihentikan,” tuturnya.

Furkon, warga Kecamatan Bojonegara yang lain mengatakan, pihaknya akan menggerakan pemuda dan mahasiswa se-wilayah Bojonegara-Puloampel untuk menghentikan aktivitas pengerukan Gunung Santri. “Kalau memang tidak dihentikan dalam waktu dekat ini, kami akan melaukan aksi besar-besaran dan menutuk pihak berwenang untuk mengadili pelaku perusakan Gunung Santri,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook