Syafrudin Kenal Penjual Lapak di Rau

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 31 Agustus 2019 - 13:04:57 WIB   |  dibaca: 329 kali
Syafrudin Kenal Penjual Lapak di Rau

BeRdiri Di atas Tama n : Deretan yang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di atas lahan untuk taman di kawasan Pasar Induk Rau (PIR), Kecamatan Serang, Kota Serang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA – Terkait adanya oknum yang mengaku kaki tangan Walikota Serang, yang menjual lapak sebesar Rp 2,5 juta per tahun kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Pasar Induk Rau tepatnya di Blok M, Walikota Serang Syafrudin membantah dugaan tersebut.

Syafrudin mengaku tidak tahu perihal tersebut karena itu bukan ranahnya. Ia juga mengaku tidak pernah memerintahkan kepada oknum yang mengaku kaki tangannya untuk menjualbelikan atau pun menarik salaran (retribusi) kepada pedagang di blok M di PIR.“Oh saya tidak tahu itu bukan ranah kami.

Saya tidak pernah menyuruh bahwa itu untuk dijualbelikan atau menarik salaran. Dan saya tidak pernah memberikan peran untuk mengatasnamakan walikota,” ujar Syafrudin, kepada awak media, usai membuka kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Serang di PKPRI, Kota Serang, Jumat (30/8).

Terkait oknum yang mengaku-ngaku sebagai kaki tangan walikota, menurut dia, semua masyarakat Kota Serang pun merupakan kaki tangan walikota. “Semua masyarakat Kota Serang juga kaki tangan walikota. Tidak ada yang istimewa kalau penertiban untuk Pasar Rau itu semua ditertibkan saja. Yang ngaku kaki tangan walikota dan yang tidak ngaku juga walikota itu semua ditertibkan,” tegas dia.

Oleh sebab itu, masih kata Syafrudin, Pemkot Serang tetap komitmen dan konsisten akan menertibkan seluruh PKL yang berada di luar PIR termasuk di kawasan blok M. “Saya kira penertiban ya penertiban aja. Mau yang mengatasnamakan walikota. Mau siapa itu tetap kita tertibkan,” ketusnya.

Saat disinggung salah satu nama oknum yang bernama Edi Lembeng, ia mengaku mengenal dengan oknum yang mengatasnamakannya tersebut. “Saya kira kalau yang Edi Lembeng saya kenal orang Cipocok. Ya nanti saya panggil dan saya berikan pengertian bahwa langkah itu bukan langkah yang benar,” ujar Syafrudin.

Namun begitu, dia tidak akan membawa perkara oknum yang telah menjual namanya tersebut ke ranah hukum. “Saya kira tidak harus ke sana dulu. Yang namanya masyarakat kita persuasif aja dulu,” tandasnya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook