Gadis Baduy Diperkosa dan Dibunuh

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Sabtu, 31 Agustus 2019 - 13:08:23 WIB   |  dibaca: 1019 kali
Gadis Baduy Diperkosa dan Dibunuh

SADIS : Kapolsek Leuwidamar Iptu Malik (mengenakan kaos polri) bersama anggotanya mengumpulkan informasi kasus pembunuhan di gubuk di Desa Cisimeut Raya, Kabupaten Lebak, kemarin.

RANGKASBITUNG, BANTEN RAYA - Sarwi (13), seorang gadis warga Suku Baduy Luar, Kampung Karakal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah gubuk tempat berladang keluarganya. Diduga, Sarwi tewas dibunuh usai diperkosa di dalam gubuk yang berlokasi di Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar. "Tempat kejadiannya di kebon (ladang). Nama Sarwi, usia 13 tahun," kata Jaro Kanekes Saija melalui sambungan telepon selularnya, Jumat (30/8).

Menurut Saija, Sarwi sedang sendirian di kebunnya yang berjarak 5 kilometer dari Baduy Luar, atau 10 kilometer dari Kampung Karakal, tempat tinggal Sarwi. "Korban sendirian, ayahnya kerja menggarap lahan di tempat orang. Kakaknya keluar cari burung, pas pulang dari hutan melihat adiknya sudah meninggal," katanya."Kejadian sudah meninggal kondisi sudah dicacagan (dibacok) pakai golok. Kata ayah dan ibunya korban berusia 13 tahun," tuturnya.

Saija mengatakan, dirinya tidak mengetahui kapan pasti waktu kejadian. "Saya tahunya jam 16.00 sore. Saya sekarang lagi di lokasi bersama Kapolres, sekarang menunggu dari Kapolda Banten," katanya.

Saija yang ditelepon sekitar pukul 21.00 mengatakan, jasad korban belum dievakuasi dan lokasi baru dipasangi garis polisi.  "Kasus ini baru terjadi, sampai diperkosa dimatiin. Pernah ada tapi gak sampai di dikorbankan," katanya.

Pada saat ini di lokasi kejadian berkumpul tokoh-tokoh masyarakat. "Kalau ketua adat Suku Baduy tidak sampai turun ke lokasi. Yang turun saya saja. Kalau kejadian kasus seperti ini aturan di Baduy dilaksanakan hukum positif (pidana). Hukum adat ada tapi di belakang sudah ketemuin pelakunya itu ada aturannya, orangnya sampai meninggal ada aturan adat harus dilaksanakan," katanya.

Saija mengatakan, sampai saat ini belum diketahui siapa pelakunya. Dirinya ikut mencari informasi ke desa tetangga-tetangga Baduy. "Saya harap pelaku segera ketangkap," katanya.
Sampai tadi malam petugas kepolisian belum ada yang bisa dikonfirmasi. (purnama/fikri) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook