Iman Tak Hadir, Sidang PK Ditunda

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 05 September 2019 - 14:54:45 WIB   |  dibaca: 358 kali
Iman Tak Hadir, Sidang PK Ditunda

DITUNDA: Kuasa hukum Iman Aryadi dan JPU KPK saat menjalani sidang perdana peninjauan kembali (PK) kasus suap izin Amdal Transmart Cilegon di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (4/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Sidang perdana peninjauan kembali (PK) kasus korupsi pengurusan izin Amdal Transmart Cilegon yang diajukan Tubagus Iman Ariyadi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (4/9). Namun sidang tersebut ditunda majelis hakim lantaran mantan Walikota Cilegon tersebut tidak dapat dihadirkan dalam persidangan.

Di luar persidangan, kuasa hukum Iman Ariyadi, M Khoiruddawam mengatakan, Iman Ariyadi tidak bisa hadir dalam persidangan lantaran adanya kesalahan redaksional dalam surat penetapan sidang dari PN Serang.
 
"Penetapan hari sidang, tapi satu yang dianggap kurang oleh lapas perintah untuk memberikan izin mengikuti sidangnya tidak ada. Lapas khawatir tidak ada perintah secara tegas, tapi kenapa harus dikeluarkan, lapas tidak berani," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Terkiat soal PK, Khoiruddawam menjelaskan pihaknya menemukan adanya novum atau keadaan baru dan kekhilafan hakim dalam perkara tipikor yang menyatakan Iman Ariyadi bersalah dalam kasus tersebut."Alasanya novum dan kekhilafan hakim, intinya itu. Novumnya hasil temuan audit dari pihak konsultan terkait kegiatan CUFC (Cilegon United Football Club). Keuangan terkait CUFC itu clear dilakukan oleh CUFC secara internal menurut pihak auditor. Kemudian unsur kehilafan tentu ini terkait pertimbangan putusan. Kita kroscek dengan fakta persidangan, bukti dan lain-lain," jelasnya.

Khoiruddawam mengungkapkan, dalam putusan majelis hakim anggaran CUFC dikaitkan dengan Iman Ariyadi. Padahal, berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh konsultan, anggaran CUFC itu tidak berkaitan dengan Iman."Tidak ada dana sama sekali pun yang masuk atau mengalir ke pihak terpidana. Sementara hasil putusan sebelumnya dikaitkan bahwa uang itu seakan-akan berkaitan dengan kedudukan terpidana (Iman)," ungkapnya.

Khoiruddawam menambahkan, pada persidangan yang akan kembali digelar Selasa (10/9) pekan depan, pihaknya akan menghadirkan lima orang saksi baru dan belum pernah mengikuti persidangan sebelumnya. "Ada lima orang dari tim kami (saksi)," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Klas II A Serang Muhammad Askari mengatakan jika Iman Ariyadi tidak dapat keluar dari Lapas Serang lantaran tidak ada surat dari pengadilan yang memerintahkan untuk hadir dalam persidangan."Bukan tidak diizinkan, tapi tidak ada perintah dalam suratnya," katanya.

Untuk diketahui, Tubagus Iman Ariyadi divonis enam tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus suap Amdal Transmart Cilegon. Iman dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 12 huruf (b) undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dalam undang-undang nomor 31 tahun 2001 juncto pasal 55 juncto pasal 64 KUHP. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook