Pembunuh Wanita di TPU Divonis 12 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 05 September 2019 - 14:58:01 WIB   |  dibaca: 368 kali
Pembunuh Wanita di TPU Divonis 12 Tahun

VONIS 12 TAHUN: Anton, pembunuh perempuan yang ditemukan membusuk di TPU saat gelar perkara oleh Satreskrim Polres Serang Kota.

SERANG- Anton (23), terdakwa kasus pembunuhan Tia, di TPU Jalan Syech Nawawi Albantani, Lingkungan Tanjakan, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang atau tepatnya di depan kantor BNN Banten divonis 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (4/9).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, hakim Heri Kristijanto menyatakan bahwa terdakwa Anton terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja merampas nyawa orang lain dan telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 338 KUHP."Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Anton dengan hukumam pidana penjara selama 12 tahun penjara," kata Heri disaksikan JPU Kejari Serang Nia Yuniawati dan terdakwa Anton.

Vonis terbebut lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya Anton dituntut selama 14,6 tahun penjara, dikurangi masa tahanan dengan perintah terdakwa Anton tetap ditahan."Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menimbulkan kematian, sedangkan yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya secara terus terang sehingga memperlancar jalannya sidang. Selain itu terdakwa juga belum pernah dihukum," jelasnya.

Setelah mendengar putusan majelis hakim, JPU Kejari Serang Nia dan terdakwa Anton menerima putusan tersebut.Berdasarkan fakta persidangan, kasus pembunuhan itu bermula pada 3 Januari 2019 sekitar pukul 19.00. Anton berkenalan dengan korban saat naik angkutan umum jurusan Balaraja.
 
Setelah berkenalan, keduanya saling tukar nomor telepon. Selama dalam perjalanan menuju Balaraja, Anton mengaku bekerja sebagai sopir, dan tinggal di kontrakan di Kota Serang.
 Sesampainya di pertigaan Cikande Asem, Kabupaten Serang, korban turun dari mobil angkutan umum dan Anton tetap melanjutkan perjalanan ke Balaraja dan Jembatan Baru Jakarta Barat. Keesokan harinya, Jumat 4 Januari 2019, Anton kembali bertemu dengan korban di Cikande Asem, dan mengajak korban ke kontrakannya di Kecamatan Cipocok.
 
Namun dalam perjalanan, Anton mengatakan jika kontrakannya sedang ramai. Kemudian, pelaku mengajak korban ke tempat pemakaman umum (TPU) di Lingkungan Tanjakan. Di sana, Anton dan korban bercumbu hingga berhubungan badan.

Setelah puas melampiarkan nafsunya, Anton berkata jujur kepada korban jika dirinya hanya pengangguran dan tidak mengontrak. Merasa dibohongi, korban kemudian berteriak minta tolong. Panik dengan teriakan korban, Anton akhirnya menghabisi nyawa korban. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook