Museum Negeri Banten Wisata Keluarga di Tengah Kota

nurul roudhoh   |   Hiburan  |   Sabtu, 07 September 2019 - 11:36:23 WIB   |  dibaca: 251 kali
Museum Negeri Banten Wisata Keluarga di Tengah Kota

Wisata bagi keluarga di Kota Serang tak melulu wisata alam maupun wisata buatan seperti water boom. Ada juga wisata sejarah, salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Museum Negeri Banten. Museum yang berlokasi di jalan Brigjen Syam'un, Kota Serang, Banten ini bisa untuk belajar sejarah masa lalu Banten.

Menempati bangunan kolonial masa penjajahan Belanda, Museum Negeri Banten seperti mengajak para pengunjung ke masa lalu ketika Banten masih merupakan wilayah jajahan Belanda. Bangunan museum bergaya indische dengan pilar-pilar tinggi menjulang mengingatkan kita pada bangunan-bangunan masa lalu Yunani.

Saat memasuki pelataran museum, pengunjung akan disambut dengan patung badak jawa bercula satu yang terbuat dari perunggu. Badak cula satu merupakan spesies langka dan hampir punah yang saat ini beberapa di antaranya masih hidup lestari di hutan Ujung Kulon, Pandeglang.

Berbagai Benda Bersejarah Banten

Setelah mengisi buku tamu, pengunjung akan diminta untuk meletakkan tas di tempat penyimpanan. Pengunjung tidak diperkenankan membawa tas. Selain itu, pengunjung juga tidak diperbolehkan membawa kamera ke dalam museum. Bagi yang ingin mengambil gambar, hanya diperbolehkan mengabadikannya menggunakan kamera ponsel.

Museum negeri Banten menyediakan sejumlah peninggalan masa lalu Banten, baik sebelum Belanda menjajah maupun setelah Belanda menjajah Banten. Di dalam museum ini kita akan disuguhi sejumlah rempah yang pada masa lalu merupakan komoditi yang diperebutkan oleh negara-negara di dunia yang sengaja datang ke nusantara.

Bahkan konon harga Lada saat itu sangat tinggi sehingga sangat berharga. Pada masa belum ditemukannya lemari pendingin, rempah-rempah selain berfungsi menyedapkan makanan juga mampu mengawetkan makanan agar lebih tahan lama.

Rempah-rempah yang ditampilkan adalah Lada, Cengkeh, Kayu Manis, Pala, Kapulaga, dan Merica.Tidak hanya berupa gambar di monitor yang menjelaskan komoditi ini, pengunjung juga bisa mencium aroma rempah-rempah ini, bahkan memegangnya.

Ada juga koleksi aneka senjata seperti Keris, Golok, bahkan Pedang seperti yang digunakan para pendekar di film-film Mandarin. Senjata-senjata ini pada masa dulu digunakan oleh masyarakat Banten. Lukisan-lukisan yang dibuat oleh penjelajah dari Eropa yang menggambarkan suasana masa Kesultanan Banten zaman dahulu juga dipajang di museum ini. Sehingga pengunjung bisa mendapatkan gambaran seperti apa suasana pada masa itu, pakaian yang dikenakan oleh orang-orang di masa Kesultanan Banten dulu, dan seperti apa gaya mereka.

Tidak hanya menyediakan koleksi benda sejarah berupa benda, Museum Negeri Banten juga dilengkapi dengan audio visual moderen pada beberapa benda bersejarah sehingga pengunjung bisa langsung mendengarkan informasi penting tentang benda sejarah yang ditampilkan. Penggunaan teknologi audio ini juga berguna bagi mereka yang tunanetra sehingga masih dapat menikmati museum dari audio yang diperdengarkan.

Ada juga koleksi museum yang menampilkan diorama berupa gambar bergerak yang menggambarkan tentang suasana Pasar Banten kuno yang disertai dengan narasi yang disampaikan melalui audio.

Koleksi lain adalah keramik, gerabah, sampai pakaian warga suku Baduy di Kanekes, Lebak, yang sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat adat yang memegang teguh ajaran Sunda Wiwitan tersebut.

Bagi yang membawa serta anak kecil atau keluarga, pengunjung bisa membiarkan anak-anak bermain di ruang khusus bermain untuk anak-anak. Di ruangan ini juga disediakan aneka informasi sepintas yang cocok untuk anak-anak tentang Banten mulai dari suku Baduy sampai dengan Krakatau yang pada masa kolonial dulu sempat meletus dan menghancurkan sebagian kantor pemerintahan Belanda di Caringin, Pandeglang.

Rute Menuju Lokasi

Bagi pengunjung yang ingin datang ke Museum Negeri Banten, karena museum ini berada di tengah Kota Serang, maka lebih mudah menjangkaunya. Bagi pengunjung dari Jakarta yang menggunakan kendaraan umum bisa turun di Terminal Pakupatan. Setelah itu menyambung dengan angkot berwarna biru ke jurusan Alun-alun.

Letak Museum Negeri Banten yang berada persis di samping Alun-alun Barat Kota Serang akan lebih memudahkan pengunjung untuk datang ke lokasi yang sampai saat ini dipenuhi dengan pepohonan besar yang rindang dan sejuk ini. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook