42 Seniman Ikut Program Seniman Masuk Sekolah

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 09 September 2019 - 12:55:55 WIB   |  dibaca: 125 kali
42 Seniman Ikut Program Seniman Masuk Sekolah

SERANG, BANTEN RAYA-Sebanyak 42 seniman asal Banten mengikuti program seniman masuk sekolah. Mereka tersebar di sekolah pada jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di delapan kabupaten/kota.

Ujang Rafiudin, Kepala Bidang Budaya, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mengatakan, Provinsi Banten kembali dipercaya oleh Direktorat Kesenian pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjalankan program seniman masuk sekolah."Program ini sudah tahun ke tiga yang dijalankan oleh Pemprov Banten," kata Ujang kepada Banten Raya, kemarin.

Ia mengaku, sebanyak 42 seniman Banten tersebut diperuntukan mengajar kesenian di tingkat SD dan SMP sebanyak 21 seniman, dan pada jenjang pendidikan SMA dan SMK sebanyak 21 seniman."Total seniman yang ikut mensukseskan program ini sebanyak 42 seniman. Mereka merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Kemendikbud," ujarnya.

Untuk tahun ini, lanjut Ujang, program seniman masuk sekolah pada jenjang SD dan SMP dipusatkan di Kabupaten Pandeglang, sedangkan tahun kemarin dipusatkan di Kabupaten Lebak. Untuk jenjang pendidikan SMA dan SMK disebar di delapan kabupaten/kota se-Banten.

"Untuk persentasi seniman yang mengajar pada jenjang pendidikan SD sebanyak 60 persen dan SMP 40 persen, sedangkan untuk jenjang pendidikan SMA dan SMK rata-rata tiga sampai empat sekolah untuk satu kabupaten/kota yang mengikuti program seniman masuk sekolah," ungkapnya.

Ujang yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas Sekretaris Dindikbud Banten ini menjelaskan, petunjuk teknis dan kirlukum serta dana untuk honor para seniman yang mengajar di sekolah berasal dari kemendikbud. Dindikbud Banten hanya memfasilitasi agar program seniman masuk sekolah bisa berjalan dengan lancar.

Ia menambahkan, kondisi yang ada saat ini banyak sekolah yang tidak memiliki guru seni. Kendati ada guru seni, namun tidak memiliki kompetensi sebagai guru seni. Padahal dalam amanat Peraturan Gubernur, terdapat muatan lokal yang mengangkat mengenai pendidikan seni, yaitu musik, kria, rupa dan media."kesadaran berseni mampu mengembangkan keseimbangan otak kiri dan kanan dan melestarikan seni budaya lokal," imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook