817 Warga Miskin Tak Dapat BNPT

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 10 September 2019 - 14:26:05 WIB   |  dibaca: 40 kali
817 Warga Miskin Tak Dapat BNPT

PIMPIN RAPAT : Sekda Kabupaten Tangerang, Moch Maesal Rasyid (tengah) memimpin rapat koordinasi persiapan bantuan Program BPNT 2019 di Aula Bola Sundul, Puspemkab Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Senin (9/9).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA- Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tangerang hingga September 2019 sebanyak 132.372 keluarga. Namun yang mendapatkan program bantuan pangan non tunai (BPNT) dari pemerintah pusat hanya 131.555 kelurga. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan mendata kembali agar 817 keluarga miskin di Kabupaten Tangerang tercover BNPT.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid menjelaskan, keluarga penerima manfaat (KPM) program BNPT 2019 di Kabupaten Tangerang yang sudah terdapatar sebanyak 131.555 KPM. Jumlah itu, lebih kecil dari usulan Dinsos Kabupaten Tangerang yang mencapai 132.372 keluarga.

“Data KPM akan disinkronkan kembali sampai 817 KPM menerima kartu bantuan BNPT,” kata pria yang akrab dipanggil Rudi Mesal ini kepada wartawan usai usai rapat koordinasi persiapan BPNT 2019 di Aula Bola Sundul, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Senin (9/9).

Sebagai Ketua Tim Koordinasi BNPT Kabupaten Tangerang, Rudi menekan­kan agar penyaluran Program BPNT harus tepat sasaran. Upaya itu harus dilakukan secara bersama oleh aparatur kewilayahan seperti camat, ke­pala desa dan lurah untuk mengawasi jalannya program Indikator Ki­nerja 6 T atau tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat adminitrasi bisa berjalan. “Program BNPT harus awasi bersama agar tepat sasaran,” ungkapnya.

Selain itu, Rudi juga meningatkan para pelaksana di lapangan agar tidak melakukan kesalahan dalam proses penyaluran pro­gram yang bekerjasama dengan BRI dan Bulog. Apalagi, jika si penerima bantuan tidak ber­hak malah dapat bantuan. “Pelaksana program BNPT di lapangan diminta untuk benar-benar tidak melakukan kesalahan,” ujar mantan Lurah Pakuhaji ini.

Program BNPT, lanjut Rudi, memberikan manfaat untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sehingga, petugas harus mem­berikan pemahaman kepada masyarakat, baik cara bertran­saksi maupun cara penarikan bantuan tersebut di agen. ’’Informasikan juga tata cara pengaduan apabila men­galami hambatan dalam pen­cairan bantuan BNPT,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinsos Kabupaten Tangerang Uyung Mulyardi menambahkan, di Kabupaten Tangerang yang mendapatkan BNPT sebanyak 131.555 KPM. Bantuan BNPT dibe­rikan dalam bentuk non tunai sebesar Rp. 110.000/bulan/KPM melalui mekanisme kartu elek­tronik.

Kartu ini hanya diguna­kan untuk membeli bahan pangan di e-warong, bekerja­sama dengan bank dan bulog. “Saya meminta keluarga penerima manfaat dapat menggunakan bantuan dari pemerintah dengan baik. Misalnya dimanfaatkan untuk menambah gizi anak. Jangan sampai bantuan tersebut disalahgunakan,” pungkasnya. (imron).

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook