Warga Suralaya Berharap PLTU 9 dan 10 Ramah Lingkungan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 11 September 2019 - 12:16:10 WIB   |  dibaca: 80 kali
Warga Suralaya Berharap PLTU 9 dan 10 Ramah Lingkungan

SOSIALISASI : Penyampaian keluhan warga oleh Proyek PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, Selasa (10/9).

CILEGON, BANTEN RAYA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Unit 9 dan 10 saat ini sudah mulai dilakukan untuk tahap konstruksi. Warga Suralaya berharap pembangunan PLTU Unit 9 dan 10 itu ramah lingkungan.

Pengurus Pangkalan Nelayan Suralaya, Rebudin mengatakan, warga serta nelayan sekitar Suralaya mengaku tak ragu atas dampak positif pembangunan PLTU Suralaya Unit 9 dan 10. Warga antusias menyambut proyek pembangunan tersebut, dengan harapan pembangunan ini selain mendongkrak perekonomian masyarakat, juga akan ramah lingkungan.

Rebudin mengaku, kalangan nelayan juga meyakini pembangunan yang dilakukan PT Indo Raya Tenaga (IRT) bersama Doosan Heavy Industries and Construction dan PT Hutama Karya (HK) ini memiliki sejumlah solusi untuk memenuhi harapan masyarakat Suralaya yang dampaknya positif untuk lingkungan sekitar.

“Pembangunan apapun pasti ada dampak polusinya. Tapi kami berharap, teknologi yang lebih ramah lingkungan bisa lebih digunakan. Dan, adanya unit 9 dan 10 ini bisa membantu anak-anak nelayan, salah satunya dilibatkan tentang pekerjaan,” harap Rebudin di sela mengikuti Sosialisasi Penyampaian Keluhan oleh Proyek PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, Selasa (10/9).

Warga Kecamatan Pulomerak, Jalu mengatakan, proyek PLTU diyakini mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Namun, Ia juga berharap lingkungan sekitar tetap terjaga. “Kami yakin akan terangkat ekonomi masyarakat Suralaya. Yang tadinya hanya masyarakat Suralaya itu sebagai petani atau nelayan, sekarang Alhamdulillah bisa kerja di proyek,” tambahnya.

Jalu melanjutkan, diantara warga, pedagang yang terdampak pembangunan, berharap adanya perhatian khusus bagi mereka. Pihak PLTU Suralaya juga diharap memberdayakan warga sekitar dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kami juga mengapresiasi PLTU yang juga memberdayakan nelayan dengan membangunkan pangkalan nelayan. Meski adanya proyek pembangunan fasilitas penunjang PLTU, tetapi nelayan tetap ada tempatnya,” ungkapnya.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Suralaya, Pangit menambahkan, adanya berbagai industri di wilayah Suralaya berdampak terhadap pencarian ikan. Ia berharap, teknologi PLTU baru ini bisa lebih ramah lingkungan, dan mengembalikan habitat ikan lebih baik.

Diakuinya, kalangan nelayan sendiri siap dilibatkan dalam pekerjaan lain, yang diperlukan dalam pembangunan ini. “Adanya proyek ini kesempatan besar untuk nelayan. Semoga bisa dilibatkan gitu ya, untuk aktivitasnya. Selalu ada kegiatan di laut atau di darat, selalu dilibatkan nelayan ,” tutup Pangit.

Sementara itu, Manajer Humas dan Perizinan PT Hutama Karya, Yusuf menyatakan, adanya proyek ini diharap akan menjadi peluang kerja yang lebih banyak untuk masyarakat sekitar. Namun, semua tentu harus melewati prosedur baku.

“Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam kontrak maupun regulasi negera kita, setiap proyek harus memberdayakan warga lokal. Jadi dari kami pun, kontraktor sudah menyusun mekanisme agar keterlibatan warga lokal ini bisa terakomodir. Nanti kita akan siapkan tempat untuk masukkan lamaran. Kita akan identifikasi lamarannya, kalau memang sesuai akan kita panggil yang sesuai kualifikasinya,” jelas Yusuf.

Koordinator Perizinan dan Pengembangan PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, Hamim menjelaskan, aspirasi masyarakat nantinya akan dikomunikasikan dan dibahas lebih lanjut pada internal perusahaan untuk selanjutnya bisa disikapi. Ia mengutarakan, teknologi-teknologi terbaru digunakan di PLTU ini, untuk mendukung kontrol emisi dan baku mutu menjadi lebih baik agar lingkungan tetap terjaga. “PLTU Unit 9-10 tak hanya unggul di teknologi, tapi juga pengelolaannya,” jelas Hamim. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook