Pemkab Hanya Bangun 6 Titik Pamsimas

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 11 September 2019 - 12:37:47 WIB   |  dibaca: 41 kali
Pemkab Hanya Bangun 6 Titik Pamsimas

SOSIALISASI: Tim Bappeda memaparkan program Pamsimas 2020, Rabu (10/9).

RANGKASBITUNG, BANTEN RAYA-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak menyosialisasikan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2020 kepada desa dan kecamatan di Kabupaten Lebak. Pamsimas merupakan salah satu program wajib pusat dan kabupaten dalam rangka penyediaan air bersih untuk masyarakat.

"Sosialisasi tingkat kabupaten ini awal. Tahap selanjutnya para kepala desa menyampaikan ke desanya," kata Kepala Bidang Infrastruktur dan Prasarana Wilayah Bappeda Kabupaten Lebak Suhendro kepada Banten Raya usai acara sosialisasi Pamsimas di Aula Setda Lebak, Selasa (10/9).

Suhendro menjelaskan, setelah sosialisasi tingkat kabupaten, oleh kepala desa ditindaklanjuti menyosialisasikan di desanya. Kemudian disusul menyusun proposal untuk diajukan kepada Panitia Kemitraan (Pakem) tingkat kabupaten."Nanti (oleh tim Pakem-red) itu usulan diajukan ke pusat. Berapa kuota bergantung dari pusat, kalau ada 10, ya 10 kalau ada 20 ya 20, kalau tahun 2019 ini kita dapat 24 titik ditambah dari kabupaten 6 jadi 30 titik Pamsimas," katanya.

Kuota untuk tahun 2020 dari anggaran kabupaten sebanyak enam titik. Sedangkan dari pusat belum karena memang baru disosialisaikan kepada desa dan kecamatan yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan Pamsimas."Program Pamsimas menyasar desa yang akses air bersih dan sanitasi masih rendah terus warga terkena penyakit diarenya tinggi. Terus komitmen desanya untuk membentuk pokja air minum, penyehatan lingkungan dan juga komitmennya untuk menyediakan 10 persen anggaran dari APBDes," katanya.

Komitmen mengalokasikan anggaran 10 persen dari APBDes harus ada. Sebagai dana pendamping dari desa."Misal pembangunan sapras Rp 300 juta, itu harus ada 10 persen dari desa. Jadi gitu dari DD harus ada sebagai dana pendamping, termasuk kita dari kabupaten sama harus ada dana pendamping berupa komitmen mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sapras," katanya.

Pada tahun 2019, dana pendampingan kabupaten mengalokasikan pembangunan sapras sebanyak enam titik. Sementara dari pusat sebanyak 24 titik."Bagi desa dan kecamatan belum pernah mendapatkan program Pamsimas maka dapat mengusulkan. Tinggal buat rencana kerja masyarakat (RKM) RAB-nya ada sumur bor ada gravitasi dengan anggaran maksimal Rp 350 juta sedangkan dari pusat Rp 245 juta per desa," katanya.

Lebih lanjut Suhendro mengatakan, desa yang sudah mengajukan RKM nantinya dievaluasi tim Panitia Kemitraan tingkat kabupaten."Ada dari Bappeda, PU dan tim. Pakem nanti mengecek RKM seperti apa, kalau kemahalan nanti diturunkan karena memang besaran diterima tidak bisa dipukul rata karena bergantung usulan dan hasil evaluasi," katanya.

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Sosial Kecamatan Banjarsari Sanusi menuturkan, warganya sangat membutuhkan air bersih. "Khususnya di Cisampang, kalau musim kemarau sekarang ini kesulitan air bersih. Sumur warga kedalaman 9-15 meter pada kering, kalau mau ada airnya harus ngebor kedalaman 60-100 meter," katanya.

Melaksanakan pengeboran sampai kedalaman tersebut membutuhkan biaya puluhan juta rupiah. Sementara kemampuan masyarakat sendiri terbatas."Kami tentu sangat mengapresiasi adanya program Pamsimas yang diharapkan dapat membantu menangani masalah kekurangan air bersih.

Saya harapkan juga ketika program ini turun hendaknya untuk sumur bor menggunakan sumber listrik tenaga surya karena namanya masyarakat kalau dalam perjalanannya diminta iuran bayar listrik suka menggerutu masak bantuan pemerintah harus bayar padahal itu demi kepentingan semua," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook